
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulon Progo Sarji. (ANATARA/HO-Dokumen pribadi Sarji)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo terus memperkuat daya tarik investasi dengan menghadirkan sistem perizinan yang semakin mudah, cepat, dan transparan. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi layanan terintegrasi berbasis digital serta penyediaan data potensi daerah yang lengkap bagi calon investor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulonprogo, Sarji, mengatakan pihaknya telah menyiapkan dokumen strategis bertajuk Investment Project Ready to Offer (IPRO). Dokumen ini berisi berbagai peluang investasi unggulan yang siap ditawarkan kepada investor.
“Kami fokus mengenalkan potensi unggulan seperti sektor perumahan, agrowisata, hingga pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Sentolo,” ujarnya, Jumat (11/7/2026).
Siapkan Lahan dan Data untuk Investor
Selain promosi potensi, Pemkab Kulonprogo juga melakukan pendataan ketersediaan lahan melalui program land pocket. Program ini bertujuan memberikan kepastian lokasi bagi investor sehingga proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Langkah tersebut dinilai penting di tengah persaingan antar daerah dalam menarik investasi, terutama dalam kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu.
Kolaborasi dan Promosi Digencarkan
Untuk memperluas jangkauan promosi, Pemkab Kulonprogo menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi bisnis seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
Promosi juga dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial hingga penyebaran informasi di lokasi strategis seperti hotel dan bandara. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas potensi investasi Kulonprogo di mata pelaku usaha.
Perizinan Terintegrasi dan Serba Online
Dari sisi pelayanan, seluruh proses perizinan kini telah terintegrasi secara daring melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA). Sistem ini terhubung langsung dengan berbagai layanan penting seperti Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Amdalnet, dan SimBG.
“Integrasi ini merupakan komitmen kami untuk menyederhanakan birokrasi dan menciptakan iklim investasi yang efisien serta transparan,” jelas Sarji.
Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja
Pemkab Kulonprogo optimistis berbagai langkah strategis ini akan meningkatkan daya saing daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Masuknya investasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kami terus berupaya mendongkrak investasi agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan kemudahan perizinan dan kesiapan data serta lahan, Kulonprogo semakin memantapkan diri sebagai salah satu tujuan investasi potensial di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































