
Penyerahan santunan kematian kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan di sela Peringatan Milad ke-54 Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Sleman, Sabtu (11/7/2026)
Harianjogja.com, SLEMAN—Peringatan Milad ke-54 Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Sleman tak sekadar seremoni. Momentum ini sekaligus menegaskan peran masjid sebagai pusat kepedulian sosial, ditandai dengan penyerahan santunan jaminan kematian kepada dua marbot.
Masing-masing marbot asal Kapanewon Ngaglik menerima santunan sebesar Rp42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sleman.
Program Kolaborasi Perlindungan Marbot
Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas lembaga, melibatkan BPJS Ketenagakerjaan, Baznas, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Dewan Masjid Indonesia. Sinergi ini menjadi langkah konkret dalam memperluas jangkauan perlindungan bagi pekerja sektor sosial keagamaan.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah.
“BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman siap berkolaborasi untuk mendukung kesejahteraan seluruh pekerja di Sleman, termasuk marbot yang memiliki peran penting di tengah masyarakat,” ujarnya.
Cakupan Terus Diperluas
Sejak mulai direalisasikan pada Maret 2026, program ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Baznas Sleman telah membiayai iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 603 marbot untuk perlindungan selama satu tahun.
Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 1.212 penerima manfaat sepanjang 2026. Artinya, masih terdapat sekitar 609 marbot yang diharapkan segera mendapatkan perlindungan serupa.
Di sisi lain, Bank Syariah Indonesia turut berkontribusi dengan menanggung iuran bagi 333 marbot. Hingga kini, tercatat 13 marbot telah menerima manfaat klaim jaminan kematian dari program tersebut.
Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan
Selain penyerahan santunan, rangkaian Milad DMI ke-54 juga dimeriahkan berbagai kegiatan, salah satunya lomba Mars DMI yang diikuti pengurus dan jamaah masjid.
Kegiatan ini tidak hanya menambah semarak peringatan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antar elemen masjid di Sleman.
Melalui momentum ini, DMI kembali menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. Kolaborasi lintas lembaga pun diharapkan terus diperkuat agar kesejahteraan masyarakat, khususnya para marbot, semakin terjamin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































