Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.
Harianjogja.com, JAKARTA—Isu harga sepatu Sekolah Rakyat (SR) sebesar Rp700.000 per pasang yang viral di media sosial akhirnya dijelaskan oleh Kementerian Sosial. Pemerintah menegaskan pengadaan dilakukan transparan dan sesuai standar.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan proses pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat (SR) melalui APBN 2025 dan 2026 telah berjalan sesuai mekanisme yang transparan, profesional, serta mengacu pada pagu anggaran yang ditetapkan pemerintah.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebut harga sepatu siswa SR mencapai Rp700.000 per pasang. Menurut Saifullah, angka tersebut tidak mencerminkan keseluruhan harga pengadaan karena setiap jenis sepatu memiliki nilai berbeda.
“Tentu melalui prosedur yang telah ditetapkan. Mekanisme pengadaan. Penanggung jawabnya adalah PPK atau Pokja. Proses dilalui dan pemenangnya tentu yang paling murah dan memenuhi standar yang telah ditetapkan,” kata Saifullah dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, penetapan harga dilakukan melalui survei pasar serta konsultasi berbagai pihak sebelum ditentukan sebagai pagu anggaran. Adapun pemenang tender dipilih berdasarkan penawaran paling kompetitif dengan tetap memenuhi spesifikasi teknis.
Klarifikasi ini juga menanggapi beredarnya foto pembagian sepatu bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang sempat dikaitkan dengan pengadaan Kemensos.
Saifullah menegaskan sepatu dalam foto tersebut bukan bagian dari pengadaan kementerian, melainkan bantuan pribadi dari Gubernur Jawa Timur untuk siswa Sekolah Rakyat.
“Itu pemberian khusus dari Gubernur Jawa Timur untuk siswa Sekolah Rakyat saat acara di Jawa Timur, bukan pengadaan dari Kemensos. Sepatunya dari Ibu Khofifah, itu sumbangan. Jadi jangan salah paham karena gambarnya keliru,” tegasnya.
Dalam penjelasannya, Saifullah merinci setiap siswa Sekolah Rakyat mendapatkan empat pasang sepatu, yakni sepatu harian (sneakers), sepatu olahraga, sepatu Pakaian Dinas Harian (PDH), serta sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Seluruh paket tersebut sudah termasuk kaus kaki.
Ia menambahkan, seluruh produk yang digunakan merupakan hasil produksi dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Berdasarkan data realisasi, sepatu PDL memiliki pagu Rp700.000 dengan harga lelang Rp640.000. Sementara sepatu harian untuk jenjang SMP dan SMA terealisasi Rp300.000 dari pagu Rp500.000, sedangkan untuk jenjang SD sebesar Rp250.000.
“Setiap siswa dapat empat pasang sepatu. Semuanya sudah include dengan kaos kakinya. Kami terbuka untuk diaudit dan dicek apakah sudah memenuhi standar atau belum. Ini adalah bentuk afirmasi kita terhadap produk dalam negeri,” ujarnya, seraya menegaskan komitmen transparansi pengadaan sepatu Sekolah Rakyat dalam program pemerintah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































