PSIM Jogja Lepas Deri Corfe dan Ikhsan, Siap Rombak Skuad

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja mulai melakukan perombakan skuad usai menuntaskan kompetisi Super League musim 2025/2026. Manajemen resmi melepas dua pemain sekaligus, yakni penyerang asing asal Inggris Deri Corfe dan pemain muda Ikhsan Chan.

Keputusan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh tim berjuluk Laskar Mataram tersebut, sekaligus langkah awal dalam menyusun komposisi pemain yang lebih kompetitif untuk menghadapi musim mendatang.

General Manager PSIM, Steven Sunny, menjelaskan bahwa kontribusi Deri Corfe selama satu musim cukup signifikan, terutama karena fleksibilitasnya di lini serang. Pemain jebolan akademi Manchester City itu mampu bermain di beberapa posisi, baik sebagai winger maupun penyerang tengah.

“Selama satu musim bersama PSIM, Deri menunjukkan profesionalitas dan etos kerja yang luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Steven dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

Sepanjang musim 2025/2026, Deri tampil dalam 30 pertandingan dari total 34 laga resmi yang dijalani PSIM. Ia mencatatkan tiga gol dan satu assist, serta dikenal memiliki akurasi umpan yang cukup baik dalam membantu membangun serangan tim.

Kemampuan adaptasinya juga menjadi nilai lebih. Pada awal musim, Deri lebih sering dimainkan di sisi sayap. Namun, memasuki paruh kedua kompetisi, ia dipercaya mengisi posisi striker utama.

“Kehadirannya memberi warna tersendiri bagi perjalanan tim musim ini,” lanjut Steven.

Selain Deri, PSIM juga mengakhiri kerja sama dengan Ikhsan Chan. Pemain muda tersebut sempat menjadi bagian skuad sebelum akhirnya dipinjamkan ke FC Bekasi City pada paruh kedua musim.

Meski kebersamaan berlangsung relatif singkat, manajemen tetap memberikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan Ikhsan.

“Dedikasi dan kerja kerasnya selama membela PSIM sangat berarti. Ia adalah pemain muda dengan potensi besar dan semangat juang tinggi,” kata Steven.

Sementara itu, Ikhsan Chan mengaku memiliki banyak pengalaman berharga selama memperkuat PSIM. Ia menyebut atmosfer tim dan Kota Jogja menjadi salah satu hal yang paling berkesan dalam perjalanan kariernya.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari tim besar seperti PSIM. Kebersamaan dengan teman-teman dan suasana Jogja sangat saya nikmati,” ungkapnya.

Usai kontraknya berakhir, pemain kelahiran Medan tersebut memilih kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi musim kompetisi berikutnya.

Langkah melepas dua pemain ini menjadi sinyal bahwa PSIM tengah menyiapkan strategi baru, termasuk membuka peluang masuknya pemain anyar demi memperkuat skuad. Manajemen berharap, perombakan ini dapat membawa Laskar Mataram tampil lebih solid dan kompetitif pada musim mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |