Jumali Rabu, 29 Juli 2026 12:37 WIB

Foto ilustrasi menangis. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Melupakan mantan pasangan sering kali menjadi salah satu tantangan terbesar setelah sebuah hubungan berakhir. Meski status hubungan sudah lama selesai, tidak sedikit orang yang masih sesekali mengingat mantan, mengenang momen bersama, atau bahkan tanpa sadar membandingkan hubungan baru dengan pengalaman cinta sebelumnya.
Fenomena tersebut ternyata bukan sekadar perasaan yang muncul karena nostalgia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa keterikatan emosional terhadap mantan pasangan dapat bertahan lebih lama dibanding yang selama ini banyak dibayangkan.
Peneliti dari University of Illinois Urbana-Champaign melakukan studi terhadap hampir 300 orang yang pernah menjalani hubungan romantis serius selama sedikitnya dua tahun. Penelitian tersebut berupaya memahami bagaimana ikatan emosional seseorang berubah setelah hubungan berakhir.
Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun telah berpisah, banyak responden masih merasakan hubungan psikologis yang cukup kuat dengan mantan pasangan mereka.
Beberapa peserta penelitian mengaku masih memiliki dorongan untuk menghubungi mantan ketika menghadapi masalah atau masa-masa sulit dalam hidup. Bagi mereka, mantan pasangan masih dianggap sebagai sosok yang pernah menjadi tempat paling nyaman untuk mencari dukungan emosional.
Tidak sedikit pula yang mengaku masih sering mengenang masa lalu, membayangkan kembali momen-momen yang pernah dijalani bersama, hingga memimpikan mantan saat tidur.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa keterikatan setelah putus cinta bukan hanya soal kenangan yang sesekali muncul. Dalam banyak kasus, hubungan emosional yang pernah terbentuk selama bertahun-tahun tidak langsung hilang ketika hubungan resmi berakhir.
Para peneliti kemudian mencoba mengukur bagaimana proses memudarnya keterikatan itu terjadi. Menariknya, mereka menggunakan konsep yang biasa dipakai dalam ilmu fisika, yakni peluruhan atau penurunan bertahap dari waktu ke waktu.
Berdasarkan hasil penelitian, keterikatan emosional terhadap mantan pasangan memiliki apa yang disebut sebagai "waktu paruh emosional" dengan rata-rata sekitar empat tahun.
Artinya, seseorang umumnya membutuhkan waktu kurang lebih empat tahun agar tingkat keterikatan emosional yang dirasakan berkurang hingga setengah dibandingkan kondisi setelah hubungan berakhir.
Meski demikian, Psychology Today mengungkapkan angka tersebut bukanlah patokan mutlak yang berlaku untuk semua orang. Pengalaman setiap individu dapat berbeda tergantung berbagai faktor yang memengaruhi proses pemulihan emosional.
Kedalaman hubungan, lamanya menjalin hubungan, cara hubungan berakhir, pengalaman hidup masing-masing individu, hingga kemampuan menerima kenyataan setelah putus menjadi beberapa faktor yang dapat menentukan cepat atau lambatnya seseorang pulih.
Karena itu, ada orang yang mampu bangkit dan menjalani hidup baru dalam waktu relatif singkat. Namun ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk benar-benar melepaskan ikatan emosional yang pernah terbentuk.
Penelitian ini sekaligus memberikan pemahaman bahwa masih mengingat mantan setelah putus bukan selalu pertanda seseorang gagal move on. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut merupakan bagian normal dari proses penyesuaian psikologis setelah kehilangan hubungan yang pernah memiliki arti penting dalam hidup.
Para ahli menilai yang terpenting bukan seberapa cepat seseorang melupakan mantan, melainkan bagaimana ia dapat mengelola perasaan tersebut secara sehat. Mengakui bahwa perasaan itu masih ada, menerima proses yang terjadi, dan tetap menjalani kehidupan ke depan menjadi bagian penting dalam perjalanan pemulihan emosional.
Pada akhirnya, move on bukanlah proses menghapus seluruh kenangan masa lalu. Sebaliknya, proses tersebut lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menerima pengalaman yang pernah terjadi, mengambil pelajaran darinya, dan melanjutkan hidup tanpa terus terikat oleh hubungan yang telah berakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































