Pabrik BYD di Indonesia Segera Diresmikan, M6 Sudah Dirakit Lokal

7 hours ago 4

Pabrik BYD di Indonesia Segera Diresmikan, M6 Sudah Dirakit Lokal

BYD Dolphin. - Harian Jogja/Antara

Harianjogja.com, TANGERANG—PT BYD Motor Indonesia memastikan pabrik perakitan kendaraan listrik di Indonesia akan diresmikan dalam satu hingga dua bulan mendatang. Menjelang peresmian tersebut, fasilitas produksi itu telah mulai merakit sejumlah model secara lokal, yakni M6 EV, M6 DM, dan Atto 1.

Head of Marketing, PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perusahaan masih mematangkan persiapan akhir sebelum menggelar peresmian resmi bersama pemerintah.

"Kita ingin menunggu kesempatan yang lebih baik untuk diinformasikan. Namun tidak lebih dari satu sampai dua bulan ini secara resmi kami akan umumkan dalam sebuah kegiatan yang sifatnya formal, khususnya mengundang pihak pemerintah," ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Menurut Luther, tahapan yang sedang dilakukan saat ini meliputi penyelesaian persiapan akhir sekaligus penyesuaian jadwal dengan berbagai pemangku kepentingan agar agenda peresmian dapat berjalan sesuai rencana.

M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 Dirakit di Dalam Negeri

Seiring beroperasinya fasilitas produksi lokal, BYD mulai mengalihkan sumber produksi sejumlah model dari impor menjadi perakitan di Indonesia.

Saat ini, model yang telah diproduksi di dalam negeri meliputi M6 EV, M6 DM (Dual Mode/Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV), serta Atto 1.

"Yang dipastikan saat ini M6 DM dan EV kita produksi di lokal. Atto 1 juga kita produksi saat ini di lokal," katanya.

Luther menambahkan, model-model lain juga akan menyusul diproduksi di Indonesia, terutama kendaraan yang memiliki volume penjualan tinggi sehingga kapasitas pabrik dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Kalau ada beberapa produk yang masih ongoing, akan sesegera mungkin diproduksi juga di lokal untuk memenuhi kapasitas yang ada," ujarnya.

Spesifikasi dan Harga Tetap Sama

BYD memastikan proses produksi lokal tidak mengubah spesifikasi maupun harga jual kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.

Menurut Luther, perpindahan lokasi manufaktur hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri tanpa memengaruhi kualitas produk yang diterima konsumen.

"Secara komponen dan kualitas tidak ada perbedaan. Harganya juga tetap stabil, tidak lebih murah dan tidak lebih mahal," katanya.

TKDN Sudah Melampaui 40 Persen

Dari sisi pemenuhan regulasi, kendaraan listrik yang diproduksi di pabrik tersebut telah memenuhi ketentuan pemerintah mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Luther menyebutkan kandungan lokal kendaraan BYD yang diproduksi di Indonesia kini telah berada di atas 40 persen.

Keberadaan pabrik lokal juga diyakini akan memperkuat pasokan kendaraan listrik BYD di pasar domestik, terutama setelah peluncuran teknologi Dual Mode (DM) pada M6 yang mendapat respons positif dari pasar.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, BYD juga berencana memperluas jajaran produknya di Indonesia dengan menghadirkan model-model baru pada semester II/2026, baik untuk merek BYD maupun Denza, guna memperkuat portofolio kendaraan elektrifikasi di pasar nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |