Merespons Situasi Terkini, Muhammadiyah: Tahan Diri, Hentikan Kekerasan

8 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta warga untuk menahan diri dan menghentikan semua bentuk kekerasan.

Tak hanya itu PP Muhammadiyah juga mengimbau kepada para elit politik untuk lebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan duka cita atas berpulangnya Affan Kurniawan dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025) di Jakarta, serta mengharapkan para korban yang menderita luka-luka dalam aksi unjuk rasa agar segera pulih.

"Kami juga ikut berempati kepada para pengemudi ojek online (ojol) yang menuntut keadilan untuk almarhum Affan," katanya.

Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu’ti itu, Muhammadiyah juga meminta semua pihak menahan diri dan menghentikan semua bentuk tindak kekerasan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

BACA JUGA: Viral Rumah Sahroni Dijarah, Warga Bawa Patung Iron Man hingga Surat Tanah

Semua pihak hendaknya mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sebagai fondasi dan modal membangun Indonesia sebagai negara yang maju, berdaulat, bermartabat, adil, makmur, dan sejahtera. Dia mengajak untuk bersama-sama mencari solusi atas problem bangsa dengan dialog dan musyawarah disertai sikap keseksamaan yang tinggi.

"Agar para elite politik, para pejabat negara, anggota legislatif, dan para pengambil kebijakan lebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat dengan perilaku yang santun, kesederhanaan, dan kepedulian yang tinggi kepada masyarakat. Kami meminta para elit politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, dan tidak melukai hati rakyat. Publik membutuhkan keteladanan para pemimpinnya, terutama para wakil rakyat yang telah diberikan mandat dengan tulus," katanya.

Muhammadiyah juga menyatakan dukungan terkait komitmen positif Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas dan melakukan proses hukum yang seadil-adilnya atas peristiwa yang terjadi kepada mendiang Affan, yang disebabkan tindakan berlebihan dari aparat kepolisian di lapangan.

Aparatur keamanan diharapkan lebih mengutamakan cara dan pendekatan yang persuasif dengan dialog dan cara-cara non-kekerasan sebagai wujud dari sikap kepolisian untuk masyarakat.

"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, utamanya peserta aksi unjuk rasa, untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan pendapat dan tuntutan. Kita semua harus menahan diri dan bersikap bijak, jangan terprovokasi isu-isu yang bersifat destruktif dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, khususnya yang berasal dari media sosial yang tidak jelas sumbernya," tuturnya.

PP Muhammadiyah meminta kepada masyarakat agar arif dan cerdas dalam menyikapi informasi dengan melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang berwenang atau kepada para tokoh panutan yang dapat memandu dan memberikan informasi yang mencerahkan.

"Kami percaya pada komitmen Bapak Presiden Prabowo untuk mendengar aspirasi publik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat kelas bawah dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor sebagai perwujudan menjalankan amanat konstitusi. Negeri ini memerlukan soliditas dan persatuan yang kokoh di tengah berbagai agenda dan masalah strategis nasional yang berat maupun situasi dunia yang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian," jelasnya.

Dia mengingatkan bahwa selama ini Indonesia telah mendapatkan karunia kedamaian dan stabilitas nasional yang baik ketika bangsa-bangsa lain dilanda konflik politik dan peperangan.

"Mari kita jaga kondisi yang positif ini dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya demi kelangsungan Indonesia Raya yang bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju sebagaimana spirit 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia," kata Haedar Nashir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |