IPB Bangun Dapur MBG Mulai Mei 2026, Siap Suplai ke Sekolah

4 hours ago 3

IPB Bangun Dapur MBG Mulai Mei 2026, Siap Suplai ke Sekolah Foto ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA — IPB University memastikan kesiapan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bogor mulai Mei 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis. Langkah ini menjadi sinyal kuat keterlibatan perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem pemenuhan gizi masyarakat.

Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, mengungkapkan pembangunan SPPG tahap awal ditargetkan dimulai pada Mei, dengan kemungkinan penambahan unit pada Juni, menyesuaikan kesiapan teknis di lapangan. Lokasi fasilitas akan difokuskan di Bogor agar dekat dengan lingkungan kampus dan memudahkan pengelolaan.

“Insyaallah pembangunan pertama dimulai Mei, kemudian bisa bertambah di bulan berikutnya. Jumlahnya bisa lebih dari dua unit,” ujarnya usai acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

SPPG tersebut nantinya akan berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi yang disalurkan ke sekolah-sekolah di sekitar Bogor. Meski demikian, detail teknis seperti jumlah sekolah penerima manfaat masih dalam tahap finalisasi oleh pihak yayasan pengelola.

Lebih dari sekadar dapur, IPB melihat SPPG sebagai model pengembangan ekosistem pangan terintegrasi. Alim menegaskan, konsep yang diusung tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga melibatkan petani lokal sebagai pemasok bahan baku.

“Harapannya, bahan pangan berasal dari dalam negeri dan memberdayakan petani lokal, bukan bergantung pada impor,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai strategis karena mampu menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, SPPG berbasis kampus juga berpotensi menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan dosen.

Mahasiswa dapat terlibat langsung melalui skema pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sementara dosen dapat melakukan riset real time terkait gizi, keamanan pangan, hingga efisiensi operasional dapur.

IPB juga menyiapkan inovasi di berbagai aspek, mulai dari efisiensi energi, standar mutu makanan, hingga pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Model ini diharapkan mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan gizi.

Dalam pelaksanaan program MBG, IPB juga mendapat peran strategis sebagai pusat unggulan (center of excellence) yang ditunjuk oleh Kementerian PPN/Bappenas. Kampus ini bekerja sama dengan berbagai kementerian, serta didukung oleh UNICEF dan Badan Gizi Nasional.

Sejauh ini, IPB telah menyelenggarakan pelatihan training of trainers (TOT), menyusun modul pelaksanaan, serta melakukan berbagai kajian ilmiah untuk mendukung efektivitas program MBG di lapangan.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mendorong seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk mulai membangun minimal satu unit SPPG. Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis sebagai pusat inovasi sekaligus penggerak ekonomi berbasis pangan.

“Satu SPPG bukan hanya dapur, tetapi juga simpul ekonomi yang menggerakkan produksi pangan dalam jumlah besar,” kata Dadan.

Dengan keterlibatan aktif perguruan tinggi seperti IPB, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi perekonomian nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |