Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan, MAN 5 Sleman Gelar Kemah Bakti

1 hour ago 1

SLEMAN—Pramuka MAN 5 Sleman menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan menyelenggarakan Kemah Bakti Lingkungan Hidup (KBLH) di Bumi Perkemahan Gondang 2 Indah, Cangkringan, Sleman.

Agenda tahunan ini dilaksanakan selama tiga hari penuh, mulai Sabtu hingga Senin (13–15/6/2026). Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas X yang tergabung dalam Dewan Ambalan Diponegoro dan Nyi Ageng Serang.

Mengusung tema besar "Nyawiji Dadi Siji, Panjaga Nusantara", KBLH tahun ini memfokuskan implementasi pada tiga pilar utama meliputi aksi bakti lingkungan, penguatan program Adiwiyata, serta pendalaman nilai ekoteologi sebagai bentuk kesadaran teologis dalam menjaga kelestarian alam.

Selama berkemah, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang menantang dan edukatif. Mereka ditantang dalam berbagai perlombaan kepramukaan seperti Scout Chef, Pioneering, dan CCP. Tak hanya itu, nilai-nilai budaya juga dihidupkan melalui Giat Macapat dengan balutan busana adat Gagrag Ngayogyakarta, diselingi dengan materi Survival dan wawasan Adiwiyata.

Pada kegiatan ini, puncak keakraban peserta diwarnai dengan Upacara Api Unggun yang khidmat serta Pentas Seni yang kreatif. Dalam sesi ini, para siswa menunjukkan inisiatif tinggi dengan memanfaatkan barang bekas sebagai properti peragaan busana dan pertunjukan. Hal ini dilakukan sebagai wujud nyata kampanye pengurangan limbah.

Memasuki hari terakhir, fokus kegiatan bergeser pada implementasi sosial. Di mana, para peserta terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan aksi Pengabdian Masyarakat, Bakti Sosial, serta Operasi Semut guna memastikan area perkemahan tetap bersih dan lestari.

Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, S.Ag., M.S.I., menegaskan bahwa KBLH bukan sekadar agenda rekreasi, melainkan wujud nyata visi Adiwiyata madrasah.

"Melalui prinsip ekoteologi, kami ingin siswa memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari perintah agama. Semoga pengalaman langsung di Cangkringan ini menumbuhkan karakter rahmatan lil 'alamin dalam diri mereka," ujar Mucharom.

Seusai upacara penutupan yang dihelat pada Senin (15/6/2026) siang, seluruh peserta kembali ke madrasah dengan membawa semangat baru untuk menjadi pionir pelestarian lingkungan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |