
Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Peluang siswa dari keluarga rentan dan penyandang disabilitas untuk diterima di SMP negeri di Kota Jogja semakin besar pada tahun ajaran 2026/2027. Pemerintah Kota Jogja melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menaikkan kuota jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi 25 persen dari total daya tampung.
Kebijakan tersebut ditempuh untuk memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus memastikan seluruh anak usia sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, menjelaskan total daya tampung SMP negeri tahun ini mencapai 3.584 kursi. Jumlah tersebut terdiri atas 3.520 kursi yang tersedia melalui sistem Real Time Online (RTO) dan tambahan 64 kursi untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO).
"Yang RTO itu 3.520, ditambah 64. Kami menambah daya tampung untuk wilayah Jogja Selatan, yakni di SMP Negeri 10 Jogja dengan penambahan dua rombongan belajar. Ini untuk menjawab kebutuhan akses pendidikan di Jogja Selatan," katanya, Rabu (17/6/2026).
Dari total kuota RTO, pemerintah membaginya ke dalam sejumlah jalur penerimaan. Jalur domisili radius memperoleh alokasi 5 persen, domisili dalam daerah 40 persen, afirmasi Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) 19 persen, afirmasi disabilitas 6 persen, prestasi khusus 15 persen, prestasi umum 10 persen, serta mutasi dan kemaslahatan guru 5 persen.
Menurut Budi, peningkatan kuota afirmasi merupakan gabungan dari jalur KSJPS dan disabilitas yang kini mencapai 25 persen. Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 20 persen.
"Kemudian jalur afirmasi KSJPS 19 persen dan disabilitas 6 persen. Tahun kemarin totalnya 20 persen, sekarang kita tingkatkan menjadi 25 persen. Insya Allah seluruh anak dari keluarga KSJPS dapat tertampung di sekolah negeri karena kami memiliki basis data yang jelas," ujarnya.
Ia menyebut jumlah lulusan SD di Kota Jogja setiap tahun berkisar 6.800 siswa. Sementara itu, kapasitas SMP negeri dan swasta di wilayah tersebut hampir mencapai 9.000 kursi sehingga seluruh lulusan dipastikan tetap memiliki akses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Khusus jalur afirmasi disabilitas, Disdikpora menyediakan 211 kursi. Jumlah itu dinilai mencukupi karena lulusan SD berkebutuhan khusus tahun ini tercatat sebanyak 129 siswa.
Pemkot Jogja juga memastikan seluruh siswa penyandang disabilitas tetap memperoleh layanan pendidikan. Apabila tidak tertampung di sekolah negeri, pemerintah akan memberikan dukungan melalui program Jaminan Pendidikan Daerah (JPD).
Selain memperluas akses pendidikan, Kota Jogja juga mencatat capaian akademik yang cukup membanggakan. Pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) Nasional 2026, Kota Jogja menempati peringkat pertama untuk jenjang SD dan SMP.
Rata-rata nilai TKA jenjang SD tercatat 72,71 dengan rincian Bahasa Indonesia 78,26 dan Matematika 67,29. Adapun rata-rata nilai TKA tingkat SMP mencapai 135,49.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data dan Sistem Informasi Disdikpora Kota Jogja, Mannarima, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini dilengkapi fitur baru yang memungkinkan calon siswa mengubah pilihan sekolah selama proses berlangsung.
"Dalam SPMB RTO ada perubahan pilihan sekolah pada setiap jalurnya. Calon peserta didik dapat mengubah sekolah tujuan baik pilihan pertama maupun kedua ketika melihat peringkatnya sudah tidak masuk, sehingga masih memiliki kesempatan untuk memilih sekolah lain," katanya.
Menurutnya, fitur tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik mengoptimalkan peluang diterima di sekolah tujuan berdasarkan perkembangan peringkat yang dapat dipantau secara real time.
Untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran, Disdikpora Kota Jogja juga membuka posko konsultasi di kantor dinas serta layanan pendampingan di masing-masing sekolah. Fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat memperoleh informasi dan bantuan yang memadai selama pelaksanaan SPMB berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































