Jumali Rabu, 17 Juni 2026 20:37 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Perjalanan Inggris untuk mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia memasuki babak baru di Piala Dunia 2026.
Di bawah arahan pelatih baru Thomas Tuchel, The Three Lions akan memulai langkah mereka dengan menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L yang berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Kamis (18/6/2026) pukul 03.00 WIB.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin pertama. Bagi Inggris, laga tersebut menjadi momentum pembuktian bahwa era baru bersama Tuchel mampu membawa tim melangkah lebih jauh setelah berkali-kali gagal memenuhi ekspektasi di turnamen besar.
Pelatih asal Jerman itu datang dengan modal impresif setelah membawa Inggris melaju ke putaran final melalui delapan kemenangan beruntun tanpa kebobolan sepanjang babak kualifikasi. Meski demikian, hasil kurang meyakinkan dalam laga uji coba melawan Uruguay dan Jepang membuat publik masih menunggu bukti nyata kemampuan tim di level kompetitif.
"Saya bersyukur memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih Inggris dan memiliki pengalaman melatih di Piala Dunia. Ini datang dengan tanggung jawab dan saya ingin memenuhi tanggung jawab ini serta mendorong tim untuk memberikan yang terbaik," ujar Tuchel dikutip dari ESPN.
Tantangan pertama yang dihadapi Tuchel tidak bisa dianggap ringan. Kroasia merupakan salah satu tim yang memiliki rekam jejak kuat di turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir. Tim berjuluk Vatreni tersebut mampu mencapai semifinal pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya dan dikenal sebagai lawan yang sulit ditaklukkan oleh tim-tim unggulan.
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, menegaskan timnya datang ke Amerika Serikat bukan sekadar untuk bertahan menghadapi Inggris.
"Kami akan memberikan yang terbaik. Kami tidak hanya akan bertahan, kami menginginkan lebih. Begitulah cara kami mempersiapkan diri," katanya.
Sorotan utama Kroasia masih tertuju kepada sang kapten, Luka Modric. Gelandang berusia 40 tahun itu diperkirakan akan mencatatkan penampilan internasional ke-199 sekaligus kembali menjadi pengatur ritme permainan tim.
Meski sempat mengalami cedera patah tulang pipi pada April lalu, Modric telah pulih dan siap memimpin lini tengah bersama Mateo Kovacic. Kehadiran Ivan Perisic juga menambah pengalaman dan kualitas skuad Kroasia.
Di kubu Inggris, lini depan diperkirakan tetap bertumpu pada Harry Kane sebagai penyerang utama. Ia akan mendapat dukungan dari Jude Bellingham yang berperan sebagai playmaker di belakang striker.
Thomas Tuchel juga diprediksi mengandalkan Anthony Gordon dan Noni Madueke untuk mengisi sektor sayap. Sementara itu, kondisi Bukayo Saka masih menjadi perhatian setelah mengalami masalah pada tendon Achilles.
Di lini tengah, duet Declan Rice dan Elliot Anderson diharapkan mampu menjaga keseimbangan permainan sekaligus meredam kreativitas para gelandang Kroasia.
Secara statistik dan kualitas skuad, Inggris memang sedikit lebih diunggulkan. Namun pengalaman Kroasia dalam menghadapi tekanan pertandingan besar membuat laga ini diprediksi berlangsung ketat.
Bagi Inggris, kemenangan akan menjadi awal ideal untuk membangun kepercayaan diri dalam upaya mengakhiri penantian gelar Piala Dunia yang telah berlangsung selama enam dekade. Sebaliknya, Kroasia ingin kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan yang mampu mengganggu dominasi tim-tim favorit.
Pertandingan ini juga menghadirkan nuansa rivalitas tersendiri mengingat Kroasia pernah menghentikan langkah Inggris pada semifinal Piala Dunia 2018. Delapan tahun berselang, kedua tim kembali bertemu dalam situasi berbeda, tetapi dengan ambisi yang sama besar untuk mengawali turnamen dengan kemenangan.
Laga Inggris kontra Kroasia akan disiarkan langsung melalui TVRI dan sejumlah platform layanan streaming yang menayangkan Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































