Jumali Rabu, 17 Juni 2026 20:47 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Woody, Buzz Lightyear, Jessie, dan para mainan legendaris Pixar kembali menyapa penonton melalui Toy Story 5 yang resmi tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu (17/6/2026). Namun kali ini, ancaman yang mereka hadapi jauh berbeda dibanding film-film sebelumnya.
Jika dulu para mainan harus menghadapi perpisahan dengan pemilik yang beranjak dewasa, kini mereka berhadapan dengan sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak masa kini: teknologi digital.
Pixar menghadirkan konflik baru yang relevan dengan perubahan pola bermain generasi modern. Dalam Toy Story 5, perhatian Bonnie mulai teralihkan oleh Lilypad, sebuah perangkat tablet pintar berbentuk katak yang dirancang untuk menjadi teman sekaligus pusat hiburan bagi anak-anak.
Kehadiran Lilypad membuat para mainan menyadari bahwa posisi mereka sebagai teman bermain tidak lagi sekuat dulu. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar yang menjadi inti cerita film ini: apakah imajinasi yang lahir dari permainan tradisional masih memiliki tempat di tengah dominasi layar dan teknologi?
Tema "Toy Meets Tech" menjadi benang merah yang menggerakkan keseluruhan cerita. Pixar mencoba menggambarkan realitas yang kini banyak ditemui keluarga di berbagai negara, ketika anak-anak semakin akrab dengan gadget dibandingkan mainan fisik.
Di tengah perubahan tersebut, para mainan mengalami krisis identitas. Mereka mulai mempertanyakan peran dan keberadaan mereka ketika Bonnie lebih sering menghabiskan waktu bersama perangkat digital.
Menariknya, Toy Story 5 tidak lagi sepenuhnya berpusat pada Woody dan Buzz Lightyear. Film ini memberi ruang lebih besar kepada Jessie yang tampil sebagai tokoh utama dalam upaya menyatukan para mainan menghadapi tantangan baru tersebut.
Meski demikian, Woody tetap memiliki peran penting. Koboi kesayangan penggemar itu kembali hadir untuk membantu teman-temannya yang tengah menghadapi ancaman terbesar sejak mereka pertama kali hidup sebagai mainan.
Sutradara Andrew Stanton yang dikenal lewat sejumlah film sukses Pixar seperti Finding Nemo, WALL-E, dan Finding Dory kembali dipercaya memimpin proyek ini bersama Kenna Harris. Sementara posisi produser dipegang Lindsey Collins.
Dari sisi pengisi suara, Pixar mempertahankan sejumlah nama yang telah menjadi identitas waralaba ini selama bertahun-tahun. Tom Hanks kembali mengisi suara Woody, Tim Allen sebagai Buzz Lightyear, dan Joan Cusack sebagai Jessie.
Selain para pemain lama, film ini juga menghadirkan sejumlah wajah baru. Greta Lee mengisi suara Lilypad, karakter yang menjadi pusat konflik cerita. Komedian Conan O'Brien bergabung sebagai Smarty Pants, sementara Craig Robinson, Bad Bunny, dan Alan Cumming turut meramaikan petualangan terbaru tersebut.
Tak hanya menawarkan petualangan dan humor khas Pixar, Toy Story 5 juga membawa pesan yang lebih reflektif. Film ini mengajak penonton melihat bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi cara anak-anak bermain, belajar, dan membangun hubungan sosial.
Melalui kisah Woody dan kawan-kawan, Pixar mencoba mengingatkan bahwa teknologi memang dapat menghadirkan hiburan instan, tetapi pengalaman berimajinasi, berkreasi, dan membangun ikatan emosional melalui permainan tetap memiliki nilai yang sulit tergantikan.
Respons awal terhadap film ini pun cukup positif. Sejumlah kritikus menilai Toy Story 5 berhasil menghadirkan cerita yang relevan dengan zaman tanpa kehilangan sentuhan emosional yang selama ini menjadi kekuatan utama waralaba tersebut.
Dengan durasi 1 jam 42 menit, Toy Story 5 menawarkan perpaduan petualangan, komedi, dan refleksi sosial yang dapat dinikmati baik oleh penonton anak-anak maupun generasi yang tumbuh bersama Woody dan Buzz sejak film pertamanya dirilis pada 1995.
Bagi penggemar Pixar, film ini menjadi kesempatan untuk kembali bertemu karakter-karakter ikonik yang telah menemani perjalanan masa kecil jutaan orang di seluruh dunia, sekaligus menyaksikan bagaimana mereka berusaha bertahan di era yang semakin didominasi teknologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































