Jakarta (ANTARA) - Setiap Muslim pastinya mendambakan kesempatan menunaikan ibadah haji sebagai penyempurna rukun Islam. Saat kesempatan itu terwujud, ada satu bacaan yang disunnahkan untuk terus dilantunkan selama beribadah, yaitu talbiyah.
Bacaan talbiyah merupakan pernyataan kepasrahan dan jawaban seorang hamba atas panggilan Allah SWT.
Bagi jamaah yang berada di tanah suci, melafalkan talbiyah menjadi momen spiritual karena menyatukan jutaan umat Islam dalam semangat ketauhidan.
Melansir laman BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji), secara bahasa, "talbiyah" berarti menjawab panggilan. Dalam konteks haji dan umrah, talbiyah menjadi pernyataan seorang hamba dalam memenuhi undangan Allah SWT untuk melaksanakan rangkaian ibadah di Baitullah.
Baca juga: Amalan dan bacaan doa untuk cepat menunaikan ibadah haji
Waktu dan tata cara membaca talbiyah
Dalam melafalkan talbiyah, terdapat perbedaan anjuran antara laki-laki dan perempuan.
Jamaah laki-laki disunnahkan untuk mengeraskan suara. Sementara, jamaah perempuan dianjurkan melafalkannya dengan suara pelan.
Talbiyah dibaca sejak niat ihram di miqat dan terus dilantunkan hingga memasuki Masjidil Haram. Anjuran membaca talbiyah berlanjut sampai 10 Dzulhijjah, tepat sebelum pelaksanaan lempar jumrah aqabah.
Bacaan talbiyah
Berikut bacaan talbiyah yang disunnahkan Rasulullah SAW:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
Melansir NU Online, dalam praktiknya jamaah melafalkan talbiyah sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan shalawat dan doa.
Baca juga: Industri domestik punya kompetensi kuat masuk rantai pasok haji-umrah
Bacaan shalawat setelah talbiyah
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”
Setelah bershalawat, rangkaian tersebut diakhiri dengan doa memohon ridha dan surga-Nya. Adapun bacaan doa yang disunnahkan adalah sebagai berikut:
اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَ نَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya:
“Ya Allah, kami memohon ridha dan surga-Mu. Kami berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Baca juga: Kemenperin meyakini industri kecil menengah bisa manfaatkan pasar haji
Keutamaan membaca talbiyah
Dalam kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa membaca talbiyah memiliki keutamaan besar bagi jamaah haji, di antaranya:
1. Dihapuskan dosa-dosanya
Diriwayatkan Ibnu Majah dari Jabir ra, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang terus melafalkan talbiyah sejak ihram hingga matahari terbenam akan dihapuskan dosa-dosanya, sehingga kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.
2. Mendapatkan kabar gembira berupa surga
Dalam riwayat Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW menyampaikan bahwa orang yang berihram dan mengumandangkan talbiyah akan memperoleh kabar gembira, yaitu surga.
Hukum membaca talbiyah menurut ulama
Dalam khazanah fikih Islam, bacaan talbiyah memegang peran yang dibarengi dengan beragam perspektif ulama mengenai status hukumnya.
Diantaranya seperti Imam Abu Hanifah menempatkan talbiyah sebagai syarat sah ihram, yang berarti ihram dianggap tidak berlaku tanpanya.
Sementara itu, Imam Maliki menetapkannya sebagai kewajiban bagi setiap jemaah. Di sisi lain, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal menghukuminya sebagai amalan sunnah, sehingga ketiadaannya tidak membatalkan status ihram seseorang.
Baca juga: Garuda Indonesia layani 102 ribu haji reguler pada musim haji 2026
Baca juga: Kemenhaj-Garuda Indonesia teken kerja sama transportasi haji reguler
Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































