Hati-hati! Penipuan Booking Hotel di Jogja Kembali Marak

3 hours ago 3

Hati-hati! Penipuan Booking Hotel di Jogja Kembali Marak

Ilustrasi penipuan./Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Momentum libur panjang di Jogja kembali dibayangi praktik penipuan reservasi hotel. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mengingatkan wisatawan untuk lebih teliti, terutama saat melakukan pemesanan melalui kontak yang ditemukan di Google Maps.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyebut modus penipuan ini kembali muncul sejak awal Mei 2026, bertepatan dengan periode long weekend yang meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Kami tetap menghimbau calon wisatawan yang mau stay di Jogja akan lebih baik dan lebih aman untuk reservasi dahulu. Tetapi reservasi itu juga harus hati-hati. Jangan sampai tertipu dengan nomor handphone yang mungkin sudah dirubah oleh penipu di Google Maps,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Modus Ubah Nomor Hotel di Google Maps

Menurut Deddy, pelaku memanfaatkan celah dengan mengganti atau memalsukan nomor kontak hotel yang tertera di platform digital. Wisatawan yang tidak teliti berpotensi menghubungi nomor palsu tersebut dan berujung pada penipuan.

Fenomena ini bukan hal baru, namun kembali meningkat sejak awal Mei.

“Ini baru marak lagi sejak 1 Mei 2026, saat long weekend. Banyak libur pada tanggal 1 sampai 3 Mei 2026,” katanya.

Lonjakan aktivitas wisata saat liburan menjadi momentum yang sering dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.

Sudah Ada Korban, Meski Laporan Terbatas

PHRI DIY mengungkapkan telah menerima laporan dari sejumlah hotel anggota terkait kasus ini. Beberapa calon tamu bahkan dilaporkan sudah melakukan transaksi pembayaran ke nomor yang ternyata bukan milik resmi hotel.

“Yang laporan ke kami kurang dari lima hotel, kebanyakan hotel bintang dua ke bawah,” ucapnya.

Ia menambahkan, setiap hotel rata-rata menerima dua hingga tiga laporan dari calon tamu yang menjadi korban.

Meski jumlah kasus yang dilaporkan masih terbatas, potensi kerugian tetap menjadi perhatian karena belum semua korban melapor.

Imbauan: Cek Nomor Resmi Sebelum Booking

Untuk mencegah kasus serupa, PHRI DIY mengimbau wisatawan agar tidak langsung percaya dengan nomor yang muncul di pencarian internet.

Wisatawan disarankan melakukan verifikasi melalui kanal resmi, salah satunya dengan mengecek daftar anggota hotel di situs PHRI.

“Wisatawan bisa melihat nomor telepon yang jelas di website PHRI. Di situ ada anggota kami beserta nomor handphone dan kontak resminya, sehingga bisa dicek terlebih dahulu apakah nomor tersebut benar atau tidak,” katanya.

Hotel Diminta Laporkan ke Polisi dan Google

Selain imbauan kepada wisatawan, PHRI juga meminta pihak hotel untuk aktif melaporkan jika menemukan kasus serupa.

Langkah ini penting agar nomor palsu dapat segera ditindak, baik melalui aparat kepolisian maupun pihak platform digital seperti Google.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dari semua pihak, diharapkan praktik penipuan ini dapat ditekan, sehingga wisatawan tetap merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |