Geger Boyolali! Mayat Pria Ditemukan Terkubur di Dapur

1 hour ago 3

Geger Boyolali! Mayat Pria Ditemukan Terkubur di Dapur

Ilustrasi penemuan jenazah. Freepik

Harianjogja.com, BOYOLALI — Warga Dukuh Pereng, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria bernama Pariman yang ditemukan terkubur di dalam dapur rumahnya sendiri pada Rabu (13/5/2026) malam. Kasus ini langsung menjadi perhatian aparat kepolisian karena kondisi penemuan yang tidak biasa dan menyisakan banyak pertanyaan.

Korban sebelumnya dilaporkan tidak terlihat selama beberapa hari oleh warga sekitar. Kecurigaan mulai muncul setelah tetangga merasa aktivitas di rumah tersebut tidak seperti biasanya.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, Indrawan Wira Saputra, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut penyidik masih mendalami kasus ini.

“Diketahui tadi malam pukul 21.00 WIB,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan, hingga kini jenazah korban masih dalam proses autopsi guna memastikan penyebab kematian secara pasti.

Terungkap dari Kecurigaan Tetangga

Kasus ini terungkap setelah anak ketiga korban mendapat informasi dari warga bahwa ayahnya sudah beberapa hari tidak terlihat. Mendapat kabar tersebut, ia langsung pulang dari Pati menuju Boyolali untuk memastikan kondisi sang ayah.

Setibanya di rumah, ia tidak menemukan korban baik di dalam maupun di luar rumah. Namun, ia justru menemukan gundukan tanah mencurigakan di area dapur.

“Setelah digali itu muncul anggota badan, mengetahui hal tersebut anak korban dan bayan langsung ke Polsek untuk membuat laporan,” kata Indrawan.

Temuan tersebut sontak membuat warga sekitar geger. Aparat kepolisian pun segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.

Dugaan Pelaku Masih Didalami

Polisi hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Namun, fakta bahwa korban tinggal bersama dua anaknya menjadi salah satu fokus penyelidikan.

“Jadi di dalam rumah itu ada bapak dan dua orang anak. Nah, ketiganya ini, menurut keterangan tetangga dan bayan, ODGJ. Kami masih mengonfirmasi soal kartu kuning,” jelasnya.

Keterangan mengenai kondisi kejiwaan tersebut masih didalami untuk memastikan kebenarannya, termasuk melalui data resmi dan pemeriksaan lanjutan.

Selain memburu kemungkinan pelaku, polisi juga tengah menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Hasil tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan arah penyidikan, termasuk ada tidaknya unsur tindak pidana.

Hingga saat ini, aparat masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk keluarga dan warga sekitar, guna menyusun kronologi lengkap kejadian.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan permukiman dan melibatkan keluarga inti korban sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |