Dosen UNISA Jogja Mengajar di UKM Malaysia, Kupas Kesehatan Mental

2 hours ago 3

Dosen UNISA Jogja Mengajar di UKM Malaysia, Kupas Kesehatan Mental

Dosen Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Ratna Yunita Setiyani Subardjo, kembali ke almamaternya, Universiti Kebangsaan Malaysia, sebagai dosen tamu untuk mengajar mahasiswa psikologi dan kriminologi.

JOGJA — Perjalanan akademik yang bermula dari bangku doktoral kini berbalik menjadi ruang berbagi ilmu lintas negara. Dosen Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Ratna Yunita Setiyani Subardjo, kembali ke almamaternya, Universiti Kebangsaan Malaysia, sebagai dosen tamu untuk mengajar mahasiswa psikologi dan kriminologi.

Dari Alumni Jadi Pengajar Internasional

Kehadiran Ratna—akrab disapa Nita—menjadi simbol kolaborasi akademik berkelanjutan antara Indonesia dan Malaysia. Ia merupakan alumni Program PhD Psychology UKM yang menempuh studi di bawah bimbingan Daniella Maryam Mohamed Mokhtar, Mohammad Rahim Kamaluddin, dan Nur Saadah Mohamad Aun.

Selama menempuh studi, Nita juga aktif sebagai student ambassador program SHAPE UKM dan terlibat dalam promosi pendidikan lintas negara, termasuk ke sejumlah sekolah di Indonesia pada 2024.

Mengupas Kesehatan Mental dari Perspektif Otak

Dalam kuliah di Program Studi Psikologi UKM, Nita membawakan materi bertajuk “When The Brain Hurts: Depression, Bipolar, Schizophrenia & Autism.” Ia mengajak mahasiswa memahami gangguan mental dari sisi neurofisiologis—mulai dari peran neurotransmitter hingga struktur otak.

“Kita sering berkata ‘sakit hatiku’, ‘kepalaku terasa penuh’, ‘aku tidak bisa berpikir jernih’. Namun jarang kita membicarakan apa yang sesungguhnya terjadi di otak ketika kondisi itu muncul,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ilmiah ini penting untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap gangguan mental.

“Ketika kita memahami ada mekanisme biologis di balik penderitaan psikologis, respons yang muncul seharusnya bantuan, bukan penghakiman,” tegasnya.

Bunuh Diri dalam Perspektif Psikologi dan Hukum

Pada sesi berbeda di Program Studi Kriminologi, Nita mengangkat tema “When Life Becomes a Case: The Psychology of Suicide and the Criminal Justice Response.” Ia menyoroti bagaimana fenomena bunuh diri tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan hukum atau statistik semata.

“Ketika kehidupan menjadi sebuah kasus, kita sering lupa bahwa yang dihadapi adalah manusia dengan luka batin mendalam,” katanya.

Diskusi berlangsung dinamis, dengan mahasiswa diajak menganalisis keterkaitan faktor psikologis, sosial, dan biologis dalam kasus bunuh diri, termasuk bagaimana sistem hukum seharusnya merespons secara lebih manusiawi.

Perkuat Jejaring Internasional dan Kontribusi Ilmiah

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kontribusi akademisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pertukaran ilmu, tetapi juga melahirkan riset dan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ilmu pengetahuan memiliki tanggung jawab sosial. Ia harus menjadi alat untuk memahami, menyembuhkan, dan melindungi mereka yang paling rentan,” tutup Nita. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |