Hadapi Aksi Demo, Pemkot Solo Tetapkan Status Tanggap Darurat 7 Hari ke Depan

16 hours ago 2

Hadapi Aksi Demo, Pemkot Solo Tetapkan Status Tanggap Darurat 7 Hari ke Depan Kota Solo Respati Ardi memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Sabtu (30/8/2025). (Solopos - Wahyu Prakoso)

Harianjogja.com, SOLO – Pemkot Solo menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari sejak Sabtu (30/8/2025) setelah peristiwa demo ricuh hingga perusakan fasilitas umum sampai gedung Sekretariat DPRD Solo.

Menurut Wali Kota Solo Respati Ardi, penetapan status tanggap darurat sesuai hasil rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solo di Solo, Sabtu (30/8/2025).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo sebagai koordinator perangkat-perangkat untuk menghadapi situasi tanggap darurat. “Salah satunya kami pengin melibatkan perangkat-perangkat supaya BPBD untuk membantu dalam keadaan darurat, termasuk semalam itu keadaan darurat [demo di Solo pada Jumat malam],” kata dia kepada wartawan di Loji Gandrung, Solo, Sabtu siang.

BACA JUGA: Bentrokan Demo di Kwitang Jakarta Berlanjut, Mako Brimob Gelap

Respati mengatakan BPBD merupakan instansi yang bertugas untuk membantu apabila ada keadaan darurat. Dengan status tanggap darurat, membuat BPBD Solo siap untuk langkah-langkah preventif, misalkan konsolidasi ambulans, konsolidasi logistik makanan, dan lain-lain.

“Keadaannya baik-baik saja, status darurat bencana ini hanya untuk keperluan administrasi. Warga tidak perlu khawatir, ini status administrasi di dinas dengan penunjukan BPBD sebagai koordinator, antisipatif saja,” jelas dia.

Dia mengatakan Pemkot Solo membuat Satgas Gerakan Warga Solo (GWS). Semua elemen masyarakat didorong untuk terlibat untuk menjaga Solo.

“Dari rapat itu kami mengajak ayo bikin gerakan warga Solo. Jadi warga jaga warga, kami melibatkan di setiap kecamatan, kelurahan untuk berkoordinasi dengan RT dan RW masing-masing. Jadi menghidupkan perangkat RT,” jelas dia kepada wartawan di Loji Gandrung, Solo, Sabtu siang.


Menurut dia, warga diminta menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing karena peristiwa kericuhan yang terjadi pada Jumat mayoritas dilakukan oleh warga luar kota. Pemkot Solo mengajak aksi solidaritas untuk menjaga Kota Solo.

“Intinya kita mempersiapkan, menjaga produktivitas di wilayah yang terpenting. Karena dari rapat tadi pagi kita ketahui bahwa itu mayoritas dan mayoritas besar itu bukan warga Solo. Maka ini aksi solidaritas warga Solo mengajak untuk warga Solo untuk bisa menjaga kotanya sendiri,” papar dia.

Menurut dia, GWS dibentuk di setiap RT yang terdiri dari karangtaruna. Peserta aksi unjuk rasa yang anarkis pada Jumat malam mayoritas pelajar SMA. Pemkot Solo mengajak orang tua untuk mengawasi anaknya.

“Kami mengajak anak muda untuk srawung dengan warga. GWS mengajak warga setempat untuk menjaga kondusifitas masing-masing,” papar dia.

Respat menambahkan agar warga tidak salah persepsi dengan status tanggap darurat yang merupakan keperluan administratif. Pemkot Solo memastikan semua rutinitas termasuk event berlangsung normal di Solo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : espos.id

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |