Seorang pemain piano sedang membawakan komposisi musik dari salah satu komposer di Auditorium Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Sabtu (2/5/2026). Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
SLEMAN — Alunan musik klasik memenuhi ruangan Auditorium FK-KMK UGM saat gelaran Classical Night ke-18 FK-KMK UGM resmi digelar, Sabtu (2/5/2026) malam. Pertunjukan ini menjadi penutup rangkaian Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM sekaligus Lustrum ke-20 yang sarat makna sejarah dan perjalanan panjang institusi.
Penampilan pembuka langsung memikat perhatian. Katherina Adisaputro bersama Farhan membawakan karya legendaris “Libertango” dengan harmonisasi violin dan gitar yang mengalun lembut namun penuh energi. Suasana “monochrome night” yang diusung membuat penonton larut dalam pengalaman musikal yang intim dan elegan.
Acara ini tidak hanya menjadi panggung seni, tetapi juga momentum refleksi perjalanan panjang FK-KMK UGM dalam dunia pendidikan dan kesehatan. Dekan FK-KMK UGM, Yodi Mahendradhata, menegaskan bahwa selama delapan dekade, fakultas terus menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun sistem kesehatan nasional.
“Selama 80 tahun, FK-KMK UGM tidak hanya bertahan, tetapi terus tumbuh dan berkembang dalam pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mengibaratkan musik klasik sebagai simbol ketahanan dan kualitas yang abadi. Menurutnya, karya-karya klasik mampu bertahan ratusan tahun karena lahir dari dedikasi dan totalitas tinggi—nilai yang juga dipegang teguh oleh FK-KMK UGM dalam menjalankan perannya.
Tak hanya merayakan masa lalu, acara ini juga menatap masa depan. Dalam menghadapi era disrupsi teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI), FK-KMK UGM tengah memperkuat kurikulum berbasis kompetensi digital. Salah satunya melalui proyek kolaborasi internasional yang didukung Uni Eropa untuk meningkatkan digital soft skills mahasiswa kedokteran.
“Mahasiswa harus siap menghadapi transformasi digital. Kami ingin lulusan kami adaptif dan mampu bersaing di era teknologi kesehatan modern,” kata Yodi.
Classical Night juga dirangkaikan dengan peringatan ulang tahun sejumlah rumah sakit mitra, yakni RSA UGM ke-14, RSUP Dr. Sardjito ke-44, serta RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro ke-98. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem Academic Health System (AHS) UGM yang mengintegrasikan pendidikan, pelayanan, dan penelitian.
Ketua panitia, Usi Sukorini, menyebut persiapan acara telah dilakukan sejak awal tahun dengan melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, hingga civitas hospitalia. Seluruh penampil berasal dari internal, menjadikan acara ini unik sekaligus mempererat kebersamaan lintas generasi.
Digelar mulai pukul 19.00 WIB, Classical Night 2026 bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga simbol kolaborasi, kreativitas, dan semangat pengabdian. FK-KMK UGM berharap tradisi ini terus menjadi ruang ekspresi sekaligus penguat nilai humanisme dalam dunia kedokteran. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































