Wisatawan Malaysia Hilang Saat Menyelam, Basarnas Perluas Pencarian

7 hours ago 4

Harianjogja.com, SABANG—Pencarian wisatawan asal Malaysia, Ho Wee Han (49), yang hilang saat menyelam di perairan Shark Plateua, Pulau Selako, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmu, Kota Sabang, Aceh, memasuki hari keenam, Rabu.

Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk memperluas pencarian wisatawan tersebut. Tim SAR menyisir perairan menggunakan sejumlah perahu karet dan Rigid Inflatable Boat (RIB) dari beberapa arah.

Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan tim pertama menyisir permukaan laut menggunakan RIB Pos SAR Sabang.

Tim kedua bergerak ke arah timur laut menggunakan perahu karet atau RIB Iboih Dive Center. Sementara tim ketiga menyisir ke arah barat laut menggunakan RIB Pulau Weh Resort.

Adapun tim keempat melakukan penyisiran ke arah tenggara menggunakan RIB Safari Dive Center.

"Kami membagi empat tim mencari wisatawan Malaysia yang dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Pulau Weh, Kota Sabang. Pencarian sudah memasuki hari ke enam," katanya.

Pencarian Dilakukan hingga Kedalaman 60 Meter

Selain penyisiran di permukaan, tim SAR juga melakukan pencarian bawah laut. Penyelaman dilakukan hingga kedalaman sekitar 50 sampai 60 meter.

Penyisiran permukaan dilakukan dengan radius hingga lima nautikal mil atau mil laut dari titik terakhir korban terlihat.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur. Selain personel SAR Sabang, turut terlibat personel kepolisian, TNI AL, Polisi Pariwisata Iboih, kalangan penyelam, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sabang, serta masyarakat dan nelayan setempat.

Hilang Saat Menyelam di Kedalaman 20 Meter

Ho Wee Han sebelumnya dilaporkan hilang saat menyelam bersama tiga penyelam lainnya di perairan Shark Plateua, Pulau Selako, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmu, Kota Sabang, pada Jumat (11/9) sekitar pukul 15.05 WIB.

Saat penyelaman berlangsung pada kedalaman sekitar 20 meter, arus bawah laut semakin kuat. Kondisi tersebut menyebabkan para penyelam terseret hingga kedalaman 30 meter.

Dalam situasi tersebut, Ho Wee Han tidak terlihat oleh pendamping selam.

"Upaya pencarian awal dilakukan dari permukaan laut selama kurang lebih 30 menit. Namun korban belum ditemukan. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Tim SAR untuk dilakukan pencarian lebih lanjut," katanya.

Setelah menerima laporan, tim Pos SAR Sabang bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian hingga pukul 22.45 WIB. Namun korban belum ditemukan sehingga operasi pencarian dilanjutkan pada hari berikutnya.

Arus Kuat Jadi Kendala

Ibnu Harris mengatakan kondisi cuaca selama operasi pencarian secara umum cerah berawan hingga berawan. Gelombang berada pada kisaran setengah meter hingga satu setengah meter, sedangkan kecepatan angin mencapai sekitar 15 knot dari arah timur laut.

Kondisi bawah permukaan menjadi salah satu kendala dalam pencarian. Arus yang kuat serta jarak pandang terbatas menyulitkan proses penyelaman, khususnya di sejumlah area.

"Kendali pencarian bawah permukaan berupa arus yang kuat dan jarak pandang terbatas, khususnya pada beberapa area penyelaman," kata Ibnu Harris Al Hussain.

Pilihan judul

Hari Keenam, Basarnas Kerahkan 4 Tim Cari Wisatawan Malaysia di Sabang

, TNI AL Sabang, Polisi Pariwisata Iboih, BPBD Kota Sabang, nelayan Sabang, masyarakat Iboih, penyelam pencarian korban, operasi pencarian wisatawan, korban hilang saat diving, kronologi wisatawan Malaysia hilang, kronologi Ho Wee Han, wisatawan asing hilang Aceh, warga negara Malaysia hilang, wisatawan asing di Sabang, kecelakaan menyelam Sabang, insiden diving Sabang, hilang di bawah laut, pencarian korban menyelam, korban belum ditemukan, pencarian SAR Aceh, berita Sabang terbaru, berita Aceh terbaru, kabar Basarnas terbaru, operasi SAR terbaru, wisatawan Malaysia di Aceh, wisatawan Malaysia di Pulau Weh, diving Pulau Weh, wisata diving Aceh, perairan Shark Plateua, penyelaman kedalaman 20 meter, penyelaman kedalaman 30 meter, arus kuat penyelaman, pencarian korban laut, pencarian nelayan dan penyelam, keselamatan wisata bahari, keselamatan diving, berita kecelakaan laut, berita wisata Sabang, informasi wisata Sabang, kabar Pulau Weh, pencarian wisatawan asing, operasi SAR laut, Basarnas mencari wisatawan, Basarnas kerahkan empat tim, harian jogja

Penilaian editorial: orisinalitas Tinggi. Struktur diubah dengan menempatkan perkembangan hari keenam dan pembagian empat tim sebagai fokus utama, kemudian kronologi kejadian dan kendala pencarian. Penilaian kemungkinan “AI-processed feel” bersifat indikatif dan bukan hasil deteksi AI definitif.

Harianjogja.com, SABANG—Pencarian wisatawan asal Malaysia, Ho Wee Han (49), yang hilang saat menyelam di perairan Shark Plateua, Pulau Selako, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmu, Kota Sabang, Aceh, memasuki hari keenam, Rabu.

Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk memperluas pencarian wisatawan tersebut. Tim SAR menyisir perairan menggunakan sejumlah perahu karet dan Rigid Inflatable Boat (RIB) dari beberapa arah.

Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan tim pertama menyisir permukaan laut menggunakan RIB Pos SAR Sabang.

Tim kedua bergerak ke arah timur laut menggunakan perahu karet atau RIB Iboih Dive Center. Sementara tim ketiga menyisir ke arah barat laut menggunakan RIB Pulau Weh Resort.

Adapun tim keempat melakukan penyisiran ke arah tenggara menggunakan RIB Safari Dive Center.

"Kami membagi empat tim mencari wisatawan Malaysia yang dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Pulau Weh, Kota Sabang. Pencarian sudah memasuki hari ke enam," katanya.

Pencarian Dilakukan hingga Kedalaman 60 Meter

Selain penyisiran di permukaan, tim SAR juga melakukan pencarian bawah laut. Penyelaman dilakukan hingga kedalaman sekitar 50 sampai 60 meter.

Penyisiran permukaan dilakukan dengan radius hingga lima nautikal mil atau mil laut dari titik terakhir korban terlihat.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur. Selain personel SAR Sabang, turut terlibat personel kepolisian, TNI AL, Polisi Pariwisata Iboih, kalangan penyelam, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sabang, serta masyarakat dan nelayan setempat.

Hilang Saat Menyelam di Kedalaman 20 Meter

Ho Wee Han sebelumnya dilaporkan hilang saat menyelam bersama tiga penyelam lainnya di perairan Shark Plateua, Pulau Selako, Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmu, Kota Sabang, pada Jumat (11/9) sekitar pukul 15.05 WIB.

Saat penyelaman berlangsung pada kedalaman sekitar 20 meter, arus bawah laut semakin kuat. Kondisi tersebut menyebabkan para penyelam terseret hingga kedalaman 30 meter.

Dalam situasi tersebut, Ho Wee Han tidak terlihat oleh pendamping selam.

"Upaya pencarian awal dilakukan dari permukaan laut selama kurang lebih 30 menit. Namun korban belum ditemukan. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Tim SAR untuk dilakukan pencarian lebih lanjut," katanya.

Setelah menerima laporan, tim Pos SAR Sabang bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian hingga pukul 22.45 WIB. Namun korban belum ditemukan sehingga operasi pencarian dilanjutkan pada hari berikutnya.

Arus Kuat Jadi Kendala

Ibnu Harris mengatakan kondisi cuaca selama operasi pencarian secara umum cerah berawan hingga berawan. Gelombang berada pada kisaran setengah meter hingga satu setengah meter, sedangkan kecepatan angin mencapai sekitar 15 knot dari arah timur laut.

Kondisi bawah permukaan menjadi salah satu kendala dalam pencarian. Arus yang kuat serta jarak pandang terbatas menyulitkan proses penyelaman, khususnya di sejumlah area.

"Kendali pencarian bawah permukaan berupa arus yang kuat dan jarak pandang terbatas, khususnya pada beberapa area penyelaman," kata Ibnu Harris Al Hussain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |