Usai Mundur dari BGN, Nanik Tegaskan MBG Bukan Program Politik

4 hours ago 2

Harianjogja.com, JAKARTA—Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang memastikan tetap mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski telah mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan.

Keputusan tersebut disampaikan Nanik melalui akun media sosial resminya pada Rabu (22/7/2026). Ia memilih fokus menjalani pengobatan penyakit jantung, namun menegaskan komitmennya terhadap keberlangsungan program prioritas pemerintah tersebut tidak berubah.

Menurut Nanik, Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia demi menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.

Ia membantah anggapan yang menyebut program tersebut memiliki kepentingan politik menjelang Pemilu 2029.

"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi 2029, mereka belum nyoblos. Jadi, kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029, mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima Program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita," ujar Nanik.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Nanik menilai MBG juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, terutama petani dan peternak lokal.

Ia mencontohkan ketika program MBG sempat berhenti selama masa libur sekolah, permintaan hasil pertanian dan peternakan ikut menurun sehingga berdampak terhadap harga komoditas.

"Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh," katanya.

Nanik mengungkapkan bahwa meski hanya memimpin BGN kurang dari dua bulan, dirinya telah melakukan sejumlah pembenahan sebagai fondasi perbaikan tata kelola lembaga tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan pergantian pejabat eselon I di lingkungan Badan Gizi Nasional.

Sementara itu, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membenarkan pengunduran diri Nanik dari jabatan Kepala BGN. Menurutnya, alasan utama pengunduran diri tersebut adalah kondisi kesehatan yang mengharuskan Nanik menjalani pengobatan jantung.

"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza.

Ia menilai selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik berhasil mengidentifikasi berbagai persoalan sekaligus memulai reformasi internal lembaga.

Sejumlah langkah yang telah dilakukan antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengelompokkan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, hingga menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang dinilai sudah jenuh.

Sebelumnya, Pelaksana Harian Kepala BGN Agustina Arumsari juga memperkenalkan lima pejabat eselon I baru yang ditunjuk untuk memperkuat tata kelola Badan Gizi Nasional.

Menurut Agustina, kehadiran jajaran baru tersebut diharapkan mampu mempercepat penyempurnaan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus meningkatkan kualitas kelembagaan BGN.

"Kemarin sore kami menerima keputusan yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto mengenai pengangkatan para deputi di lingkungan BGN. Tentu kami sangat senang karena BGN membutuhkan tim yang kuat untuk bersama-sama memperbaiki kelembagaan BGN sekaligus menyempurnakan Program MBG," kata Agustina.

Ia menambahkan, pembaruan struktur organisasi tersebut bertujuan memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dapat dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |