Jusuf Kalla Soroti Penembakan 3 ASN, Minta Pemerintah Lakukan Pendekatan Damai

4 hours ago 2

Jusuf Kalla Soroti Penembakan 3 ASN, Minta Pemerintah Lakukan Pendekatan Damai

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ditemui di Kompleks Kepatihan setelah melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI DIY Masa Bakti 2026-2031, Minggu (13/9/2026)./Harian Jogja-Anisatul Umah

Harianjogja.com, JOGJA—Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong pendekatan persuasif dalam penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyusul penembakan tiga warga sipil yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ketiga ASN tersebut tewas dalam penembakan yang terjadi di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.

Jusuf Kalla sangat menyayangkan penembakan terhadap tiga warga sipil tersebut. Menurutnya, penanganan KKB tetap perlu dilakukan melalui operasi, tetapi harus diiringi pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Menurut Jusuf Kalla, pendekatan kepada masyarakat penting agar muncul pemahaman bahwa pembangunan Papua merupakan upaya bersama.

"Tapi juga harus ada pendekatan ke masyarakat untuk adanya suatu pengertian persuasif dengan baik," ujarnya ditemui di Kompleks Kepatihan setelah melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI DIY Masa Bakti 2026-2031, Minggu (13/9/2026).

Jusuf Kalla Soroti Pembangunan Papua

Jusuf Kalla menilai Papua sebenarnya telah memperoleh anggaran yang cukup besar untuk pembangunan. Ia juga menyebut kondisi Papua saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Papua Nugini.

Menurutnya, KKB perlu diberikan pemahaman yang baik mengenai pembangunan di Papua. Namun, apabila kelompok tersebut tetap melakukan kekerasan, aparat TNI dan Polri perlu melakukan operasi.

Meski demikian, Jusuf Kalla menekankan pentingnya upaya persuasif dan pendekatan damai. Ia menyebut pendekatan semacam itu pernah diterapkan di Aceh dan daerah lainnya.

"Perlu diberikan suatu pengertian yang betul kepada mereka yang KKB itu. Dan apabila mereka masih begitu, tentu balasan ya operasi dari para aparat kita, TNI, Polri. Tapi perlu ada upaya persuasif secara baik secara damai," jelasnya.

KemenHAM Kecam Penembakan Tiga ASN

Sebelumnya, Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta mengatakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip penghormatan dan pelindungan hak asasi manusia.

"KemenHAM RI mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini. Pembunuhan ini sangat keji, terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua. Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum," ujarnya.

Penembakan terhadap tiga ASN tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2026) di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.

Ketiga korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami penembakan yang diduga dilakukan oleh KKB. Aparat masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan kelompok yang terlibat dalam peristiwa penembakan tersebut.

Kasus penembakan ini menjadi perhatian karena korban merupakan warga sipil yang bekerja sebagai ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Di tengah proses penyelidikan, Jusuf Kalla menilai penanganan KKB membutuhkan kombinasi antara tindakan aparat dan pendekatan persuasif secara damai kepada masyarakat.

Pendekatan tersebut, menurutnya, diperlukan agar pemahaman mengenai pembangunan Papua dapat diterima dengan baik, sementara tindakan operasi tetap menjadi pilihan apabila kekerasan terus dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Anisatul Umah

Anisatul Umah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |