SMP dan MTs di Kota Jogja Terapkan Edukasi Cegah Nikah Anak

4 hours ago 2

SMP dan MTs di Kota Jogja Terapkan Edukasi Cegah Nikah Anak

Ilustrasi pernikahan dini/Antara/JIBI

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja menargetkan seluruh SMP dan MTs di Kota Jogja telah menerapkan Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada 2026. Program tersebut menjadi upaya memperkuat edukasi pendewasaan usia perkawinan, kesehatan reproduksi remaja, serta perencanaan masa depan guna menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi bonus demografi.

Selain mencegah pernikahan usia anak, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan literasi kependudukan sejak dini agar pelajar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam merencanakan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga pada masa mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Retnaningtyas, mengatakan pendewasaan usia perkawinan menjadi salah satu materi utama dalam Program Sekolah Siaga Kependudukan. Materi tersebut dipadukan dengan edukasi mengenai bonus demografi, kesehatan reproduksi, pembangunan keluarga berkualitas, dan perencanaan masa depan.

"Materi dalam SSK antara lain kependudukan, bonus demografi, kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, perencanaan masa depan hingga keluarga berkualitas. Fokusnya pada pencegahan pernikahan dini, kesehatan reproduksi, dan pencegahan stunting," katanya, Senin (20/7/2026).

Menurut Retnaningtyas, hingga 2025 telah terbentuk 53 Sekolah Siaga Kependudukan di tingkat SMP dan tiga MTs di Kota Jogja. Pada tahun ini, Pemkot Jogja menambah 10 sekolah sehingga seluruh SMP dan MTs ditargetkan telah mengimplementasikan program tersebut pada 2026.

"Tahun ini tambah 10 SSK SMP/MTs. Jadi pembentukan SSK di seluruh SMP dan MTs Kota Jogja selesai tahun ini," ujarnya.

Sebanyak 10 sekolah yang bergabung dalam Program Sekolah Siaga Kependudukan pada tahun ini terdiri atas SMP Berbudi, SMP Perak, SMP Labschool UNY, SMP Bhinneka Tunggal Ika, SMP Islam, SMP Institut Indonesia, SMP 17 II, MTs Gedongtengen, MTs Nurul Ummah, dan MTs Muallimin.

Penetapan sekolah sasaran dilakukan berdasarkan kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung yang dimiliki masing-masing satuan pendidikan. Dengan perluasan tersebut, program edukasi kependudukan diharapkan dapat menjangkau seluruh pelajar tingkat SMP dan MTs di Kota Jogja.

Retnaningtyas menjelaskan Program Sekolah Siaga Kependudukan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk perilaku adaptif pelajar dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan kependudukan di masa depan.

"Harapannya program SSK dapat meningkatkan literasi kependudukan, membentuk perilaku adaptif, dan menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Jogja, Hasyim, mengatakan seluruh SMP di Kota Jogja kini telah menjadi Sekolah Siaga Kependudukan. Materi kependudukan diintegrasikan ke dalam sejumlah mata pelajaran, seperti Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta Pendidikan Agama.

"Guru mata pelajaran tertentu yang menyampaikan materi SSK, terutama IPS, IPA, PPKn, dan Pendidikan Agama," ujarnya.

Implementasi program juga diperkuat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kepala SMPN 14 Jogja, Trihidayati Setyaningsih, mengatakan materi kependudukan telah diintegrasikan dalam kegiatan Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), hingga kegiatan olahraga.

Melalui kegiatan PMR, misalnya, siswi memperoleh edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang disertai dengan pemberian tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan anemia. Sementara itu, kegiatan KIR diarahkan untuk mengangkat berbagai persoalan kependudukan yang berkembang di Kota Jogja sebagai bahan penelitian dan pembelajaran bagi pelajar.

Penguatan Program Sekolah Siaga Kependudukan di seluruh SMP dan MTs di Kota Jogja diharapkan mampu membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merencanakan masa depan secara lebih matang. Literasi kependudukan yang diperoleh sejak usia sekolah dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, produktif, dan siap memanfaatkan bonus demografi Indonesia pada masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |