Santap Nasi Boks, 24 Warga Sleman Alami Gejala Keracunan

3 hours ago 3

Santap Nasi Boks, 24 Warga Sleman Alami Gejala Keracunan Suasana Posko Darurat Penanganan Keracunan Pangan di Toragan pada Senin (4/5/2026) - Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Acara pamitan haji di Toragan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, pada Minggu (3/5/2026) berubah jadi kepanikan, setelah puluhan warga mengalami gejala keracunan usai menyantap nasi boks.

Hingga Senin (4/5/2026) siang, total 24 orang tercatat mengalami gejala, dengan sebagian harus menjalani penanganan medis di fasilitas kesehatan dan posko darurat.

Jumlah korban terungkap dari pendataan Dinas Kesehatan Sleman hingga pukul 11.00 WIB, dengan seluruh pasien dalam kondisi rawat jalan. Rinciannya, satu orang dirawat di puskesmas, tujuh orang di RSA UGM, dan 17 lainnya ditangani di Posko Darurat Penanganan Keracunan Pangan di wilayah Toragan.

Salah satu anggota keluarga penyelenggara acara, Nayuku Bramantyo, menjelaskan bahwa pihaknya memesan 250 porsi nasi boks untuk acara pamitan haji orang tuanya yang dijadwalkan berangkat pada 21 Mei mendatang. Makanan datang sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung disajikan kepada tamu yang mulai hadir pukul 08.00 WIB di sebuah gedung dakwah di Mlati.

Dari total hidangan tersebut, sekitar 130 porsi dikonsumsi tamu di lokasi, sementara sisanya dibagikan kepada kerabat dan warga lainnya. Gejala keracunan mulai dirasakan pada malam hari, termasuk oleh Yuku sendiri yang mengalami diare sekitar pukul 22.30 WIB dan disertai demam keesokan harinya.

“Kalau saya itu setengah sebelas malam. Terus sama kayaknya adik saya sama. Kami korban juga, yang korban di rumah tiga,” ujar Yuku saat ditemui, Senin (4/5/2026).

Menu yang disajikan dalam nasi boks meliputi ayam bakar, telur rebus, sambal krecek, jeroan, lalapan timun, dan pisang. Namun, Yuku mengungkapkan bahwa salah satu menu, yakni krecek, terasa tidak normal karena berbau dan bercita rasa kecut.

“Dari krecek, itu agak kecut,” ungkapnya.

Temuan tersebut sejalan dengan hasil informasi awal dari Dinas Kesehatan Sleman yang menyebutkan kondisi makanan, khususnya krecek, terindikasi mengalami perubahan kualitas dengan ciri kecut dan berlendir.

Selain nasi boks, panitia juga menyediakan snack berupa lemper, pastel, donat, dan sus dari penyedia berbeda. Namun dugaan sementara mengarah pada menu utama dalam nasi boks sebagai sumber masalah.

Hingga kini, pihak keluarga mengaku belum menjalin komunikasi dengan penyedia jasa boga dan meminta kasus ini diusut tuntas. Mereka berharap ada pertanggungjawaban atas insiden yang menyebabkan puluhan warga terdampak.

“Sudah banyak korban. Kami minta ini diproses, kalau bisa ada denda,” tegas Yuku.

Dinas Kesehatan Sleman masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini, termasuk kemungkinan kontaminasi makanan. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap kualitas makanan, terutama dalam kegiatan dengan konsumsi massal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |