Bola Api Berpotensi Muncul, Ini Waktu Terbaik Lihat Meteor Eta Aquarid

2 hours ago 3

Bola Api Berpotensi Muncul, Ini Waktu Terbaik Lihat Meteor Eta Aquarid Ilustrasi hujan meteor. - Twitter

Harianjogja.com, JOGJA—Fenomena hujan meteor Eta Aquarid akan mencapai puncaknya pada Selasa (5/5/2026) malam hingga Rabu (6/5/2026) dini hari. Masyarakat bisa menyaksikan meteor melintas tanpa alat bantu, meski cahaya bulan fase terang (sekitar 84 persen) berpotensi mengganggu pengamatan.

Waktu terbaik untuk melihat meteor diperkirakan mulai pukul 02.00 hingga menjelang fajar sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Pada rentang waktu ini, langit bagian timur hingga tenggara menjadi area utama pengamatan.

Fenomena ini terjadi saat Bumi melintasi sisa material dari Komet Halley. Partikel debu dan batuan kecil yang tertinggal di orbit komet tersebut masuk ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, sekitar 66 kilometer per detik. Gesekan dengan atmosfer memunculkan kilatan cahaya yang dikenal sebagai meteor.

Selain meteor biasa, ada peluang munculnya bola api (fireball), yakni meteor berukuran lebih besar dan jauh lebih terang dari bintang di sekitarnya. Fenomena ini menjadi daya tarik utama Eta Aquarid setiap tahunnya.

Titik radian hujan meteor berada di rasi Aquarius, tepatnya di sekitar bintang Eta Aquarii. Meski demikian, meteor bisa terlihat di berbagai arah langit sehingga pengamat tidak harus terpaku pada satu titik.

Tantangan utama tahun ini adalah cahaya bulan terang yang dapat mengurangi visibilitas meteor redup. Karena itu, pengamat disarankan mencari lokasi yang minim polusi cahaya seperti pedesaan, pantai, atau kawasan pegunungan, serta memposisikan diri membelakangi bulan.

Agar pengamatan maksimal, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Pilih tempat gelap, beri waktu mata beradaptasi selama 20–30 menit, serta hindari penggunaan ponsel atau cahaya terang. Posisi berbaring juga dianjurkan agar sudut pandang ke langit lebih luas dan nyaman.

Bagi yang ingin mengabadikan momen, fotografi meteor bisa dilakukan dengan kamera DSLR atau mirrorless. Gunakan tripod, lensa sudut lebar, bukaan besar, ISO tinggi, serta shutter speed panjang untuk menangkap jejak cahaya meteor.

Fenomena ini menjadi momen langka yang sayang dilewatkan, terutama bagi pencinta langit malam di Yogyakarta dan sekitarnya. Meski kondisi bulan cukup terang, peluang menyaksikan meteor cerah hingga bola api tetap terbuka selama cuaca mendukung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |