
Isuzu Traga./Isuzu-astra.com
Harianjogja.com, KARAWANG—PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatatkan capaian baru di industri otomotif nasional. Seluruh kendaraan komersial yang diproduksi perusahaan tersebut kini telah mengantongi sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN), menjadikannya satu-satunya produsen kendaraan komersial di Indonesia yang mencapai status tersebut.
Pencapaian ini tidak hanya memperkuat posisi Isuzu di industri otomotif nasional, tetapi juga menunjukkan semakin besarnya peran komponen lokal dalam rantai produksi kendaraan di Indonesia. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri lain untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
Pengakuan tersebut disampaikan Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo, dalam seremoni pencapaian produksi ke-300.000 unit Isuzu Karawang Plant di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (20/7/2026). Capaian produksi tersebut diraih dalam kurun waktu 10 tahun sejak pabrik mulai beroperasi pada 2015.
"PT IAMI adalah satu-satunya industri yang memproduksi kendaraan komersial yang semua produknya ber-TKDN," kata Kris.
Ia menjelaskan, hingga saat ini Isuzu telah memiliki 33 sertifikat TKDN dengan capaian tertinggi nilai TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) mencapai lebih dari 62 persen.
Menurut Kris, capaian tersebut menjadi salah satu bukti komitmen perusahaan dalam meningkatkan penggunaan komponen lokal sekaligus memperkuat struktur industri nasional melalui keterlibatan berbagai pelaku usaha dalam rantai pasok domestik.
"Hari ini tercatat Isuzu itu mempunyai 33 sertifikat TKDN dengan rentang lumayan tinggi, tertinggi itu TKDN plus BMP-nya di atas 62 persen. Ini capaian yang luar biasa dan ini salah satu pionir dari industri otomotif dalam melakukan komitmennya dalam peningkatan penggunaan produk dalam negerinya," katanya.
Kemenperin juga menyampaikan bahwa perhitungan TKDN saat ini mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025 yang menggantikan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2011. Dengan adanya perubahan regulasi tersebut, pemerintah meyakini nilai TKDN sejumlah produk Isuzu berpotensi meningkat setelah dilakukan pembaruan sertifikasi.
"Saya yakin kalau dihitung dengan ini ada beberapa TKDN yang mungkin tahun depan sudah harus diperbarui, saya yakin angkanya akan lebih dari 62," ujarnya.
Pemerintah berharap keberhasilan Isuzu dapat menjadi contoh bagi industri otomotif lainnya untuk terus meningkatkan kandungan lokal produk yang dipasarkan di Indonesia. Peningkatan penggunaan komponen dalam negeri dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan industri nasional yang lebih mandiri dan berdaya saing.
"Kami berharap keberhasilan PT IAMI dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan, perusahaan-perusahaan sejenis, perusahaan-perusahaan otomotif yang lain untuk terus meningkatkan kandungan lokal dan memperkuat kolaborasi dengan industri nasional. Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, kita dapat membangun industri Indonesia yang semakin mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan," imbuhnya.
Saat ini, Isuzu Karawang Plant memproduksi sejumlah kendaraan komersial untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, yakni Isuzu ELF, Isuzu GIGA, dan Isuzu Traga yang menjadi model dengan volume produksi terbesar. Selain itu, fasilitas tersebut juga memproduksi kendaraan UD Trucks, yaitu UD Quester dan UD Kuzer.
Tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, Isuzu Karawang Plant juga telah menjadi pusat produksi kendaraan komersial untuk ekspor sejak 2019. Hingga saat ini, kendaraan yang diproduksi di pabrik tersebut telah dipasarkan ke 25 negara, di antaranya Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama.
Capaian seluruh produk Isuzu yang telah ber-TKDN menunjukkan penguatan industri otomotif nasional terus berjalan seiring dengan meningkatnya penggunaan komponen lokal. Dengan dukungan regulasi dan kolaborasi antara pemerintah serta dunia usaha, pengembangan industri kendaraan komersial berbasis komponen dalam negeri diharapkan semakin memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan perluasan pasar ekspor Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































