
Dirut PSIM Jogja, Liana Tasno membentangkan banner “Mandala Krida Marwah Kami!” saat laga kandang PSIM melawan Madura United di SSA, Bantul, pada Minggu (17/5/2026) malam. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Yogyakarta mengakui keinginan besar untuk kembali bermarkas di Stadion Mandala Krida. Namun, harapan Laskar Mataram pulang ke stadion kebanggaan warga Jogja itu diperkirakan belum dapat terwujud pada kompetisi Super League musim depan.
Kerinduan kembali ke Mandala Krida mencuat dalam laga kandang terakhir PSIM musim ini saat menghadapi Madura United FC di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (17/5/2026) malam. Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, bahkan membentangkan banner bertuliskan “Mandala Krida Marwah Kami!” di tengah derasnya aspirasi suporter.
"Kita dari manajemen juga maunya kembali ke Stadion Mandala Krida. Karena di sana juga bagaimana pun juga kita cost transportasi dan lain-lain kan lebih dekat," kata Liana saat ditemui di SSA, Minggu malam.
"Kita kan tahu bagaimana apa namanya kerinduan teman-teman untuk pulang ke rumah gitu, ya kita doakanlah sama-sama, kita bantu doa aja," sambungnya.
Suporter PSIM Desak Kembali ke Mandala Krida
Sejumlah banner protes terlihat memenuhi sudut stadion saat laga berlangsung. Suporter menyuarakan harapan agar PSIM segera kembali bermain di Mandala Krida setelah selama ini harus menggunakan Stadion Sultan Agung sebagai kandang sementara.
Kondisi tersebut terjadi karena Stadion Mandala Krida hingga kini belum dapat direnovasi sepenuhnya. Manajemen PSIM pun mengaku belum bisa memastikan kapan stadion tersebut siap digunakan kembali untuk kompetisi resmi.
"Estimasinya berapa lama ya? Saya kurang tahu ya, cuma kayaknya kalau untuk benar-benar musim depan itu belum bisa gitu. Jadi, karena kan mereka harus melewati proses administratif, penganggaran, dan lain-lain," ujar Liana.
PSIM Siapkan Anggaran Besar untuk Fasilitas Stadion
Di tengah ketidakpastian penggunaan Mandala Krida, manajemen PSIM tetap menyiapkan anggaran besar guna memenuhi standar regulasi kompetisi dan lisensi klub. Pembenahan fasilitas dilakukan agar stadion yang digunakan memenuhi ketentuan dari operator liga dan PSSI.
"Kita sudah menganggarkan khusus untuk penambahan lampu sesuai dengan lux dari yang ditentukan oleh dari ileague dan regulasi dari PSSI. Dan juga rumput ini juga kita rawat, kita perbaiki dan kita anggarkan gitu dan itu besar, anggaran besar sekali," jelasnya.
Selain penambahan lampu stadion, PSIM juga menyiapkan pengadaan kursi single seat sebagai bagian dari peningkatan fasilitas stadion.
"Dan kita juga menganggarkan sendiri penambahan bangku single seat. Kita lakukan apa pun pokoknya buat PSIM Jogja yang terbaik," ucap Liana.
Hasto Wardoyo Sebut Ada Titik Terang Mandala Krida
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyatakan memahami tuntutan suporter yang ingin PSIM kembali ke Mandala Krida. Menurutnya, stadion tersebut masih menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jogja.
"Saya paham bahwa marwah kita Mandala Krida. Dan saya senang karena artinya Mandala Krida masih ada di hati," katanya.
Hasto mengungkapkan terdapat perkembangan positif terkait status Stadion Mandala Krida yang sebelumnya berada dalam pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kondisi itu disebut membuka peluang percepatan perbaikan stadion.
"Kalau dulu kan gedung atau bangunan itu masih menjadi bahan barang bukti bagi KPK yang tidak boleh diubah-ubah. Kalau sekarang saya dengar sudah bisa dilakukan katakanlah seperti rekonstruksi atau mungkin perbaikan di sana-sini," kata Hasto.
Ia menilai salah satu solusi awal yang memungkinkan agar stadion segera digunakan ialah pemenuhan fasilitas lampu tanpa harus menyentuh keseluruhan struktur bangunan.
"Jadi kalau seandainya lampu itu bisa terpisah dengan gedung, saya akan berusaha untuk bagaimana lampu bisa diwujudkan yang tidak harus dibersentuhan dengan bangunan," ujarnya.
Menurut Hasto, keberadaan lampu stadion akan memungkinkan pertandingan PSIM digelar kembali di Mandala Krida meski dengan kapasitas terbatas, sambil menunggu proses renovasi menyeluruh rampung dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































