
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella (mengenakan topi) berada di Pos Komando Gabungan di Ruang Krisis Quibdó saat memimpin penanganan langsung gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026)./X - @ABDELAESPRIELLA\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menghentikan seluruh agenda kerjanya dan mengambil alih koordinasi penanganan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang sejumlah wilayah negara tersebut.
Gempa yang menjadi tragedi besar pertama selama masa pemerintahan De la Espriella itu telah menewaskan sedikitnya 111 orang. Sebanyak 87 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Melansir Viory, Selasa (11/8/2026), De la Espriella mengatakan dirinya segera menuju Ibu Kota Bogotá untuk mengoordinasikan langsung respons pemerintah terhadap bencana tersebut.
Presiden juga memerintahkan seluruh agenda yang sebelumnya telah dijadwalkan di ibu kota dihentikan. Fokus pemerintah dialihkan sepenuhnya pada penanganan gempa dan dampaknya terhadap masyarakat.
"Saat ini saya sedang menuju Bogotá. Saya telah memerintahkan penghentian seluruh agenda yang saya miliki di ibu kota Republik untuk fokus pada bencana alam yang hari ini melanda rakyat Kolombia yang telah lama menderita," katanya dalam pesan yang diunggah melalui akun X, Senin.
Presiden Gelar Pertemuan Darurat di Bogotá
Setibanya di Bogotá, De la Espriella menggelar pertemuan darurat di kantor National Unit for Disaster Risk Management (UNGRD).
Dari kantor tersebut, Presiden Kolombia akan mengoordinasikan penanganan keadaan darurat sekaligus mengarahkan langkah pemerintah untuk wilayah yang terdampak gempa.
"Saya akan memimpin langsung langkah-langkah ini untuk memberikan solusi kepada rakyat kita di Departemen Chocó, kawasan Sumbu Kopi, dan wilayah lain di negara ini yang terdampak. Kalian tidak sendirian," ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan setelah gempa menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur dalam skala besar di sejumlah wilayah Kolombia.
Gempa M 7,4 Berpusat di Chocó
Berdasarkan laporan Colombian Geological Service (SGC), gempa berkekuatan M 7,4 itu berpusat di San José del Palmar, Chocó, dengan kedalaman sekitar 103 kilometer.
Gempa tersebut tercatat sebagai gempa terkuat yang terjadi di Kolombia dalam satu dekade terakhir.
Hingga Senin siang, korban meninggal dunia akibat bencana mencapai 111 orang. Sementara itu, 87 orang mengalami luka-luka.
Kerusakan bangunan juga cukup besar. Sebanyak 61 bangunan dilaporkan runtuh, sedangkan 37 rumah hancur dan 1.575 rumah lainnya mengalami kerusakan.
Tiga Wilayah Mengalami Dampak Terparah
Departemen Risaralda, Chocó, dan Valle del Cauca menjadi sejumlah wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa berkekuatan M 7,4 tersebut.
Bencana ini sekaligus menjadi ujian besar bagi pemerintahan De la Espriella. Pemerintah kini memusatkan penanganan pada wilayah-wilayah terdampak serta mengoordinasikan bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak gempa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online







































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)






