PR Besar Timnas Voli Terungkap Usai Gagal Juara SEA V Cup

18 hours ago 7

Jumali

Jumali Senin, 20 Juli 2026 15:27 WIB

PR Besar Timnas Voli Terungkap Usai Gagal Juara SEA V Cup

Foto ilustrasi voli. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Voli Putra Indonesia membawa pulang sejumlah pekerjaan rumah setelah gagal meraih gelar leg pertama SEA V Cup 2026. Kekalahan dramatis dari Kamboja di partai final membuat tim pelatih menyoroti berbagai aspek permainan yang dinilai belum berjalan maksimal sepanjang pertandingan.

Evaluasi tersebut menjadi penting karena skuad Garuda tidak memiliki banyak waktu untuk berbenah. SEA V Cup 2026 masih akan berlanjut ke seri kedua yang digelar di Indonesia pada 22-26 Juli 2026, sehingga peluang membalas kekalahan sekaligus merebut gelar juara masih terbuka lebar.

Pada laga final yang berlangsung di Candon City Arena, Filipina, Minggu (19/7/2026), Indonesia harus mengakui keunggulan Kamboja melalui pertarungan sengit lima set.

Skuad Garuda kalah dengan skor 2-3 (23-25, 26-28, 25-23, 25-22, 11-15) dan mengakhiri turnamen sebagai runner-up.

Hasil tersebut menjadi kejutan tersendiri mengingat Indonesia sempat menunjukkan perlawanan kuat dengan memenangi dua set beruntun dan memaksa pertandingan berlanjut hingga set penentuan. Namun Kamboja mampu tampil lebih efektif pada momen-momen krusial.

Asisten Pelatih Timnas Voli Putra Indonesia, Nur Widayanto, mengakui lawan tampil dengan kepercayaan diri tinggi setelah menorehkan hasil penting pada fase sebelumnya.

Menurut dia, kemenangan Kamboja atas Thailand memberikan dorongan mental yang sangat besar menjelang partai final.

"Mental Kamboja sedang naik setelah kemenangan melawan Thailand. PR tim kami adalah start pertandingan yang kurang bagus sehingga mental mereka semakin meningkat," ujar Nur Widayanto dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Selain faktor psikologis lawan, tim pelatih juga menemukan sejumlah kekurangan yang harus segera diperbaiki sebelum memasuki seri kedua. Salah satu aspek yang mendapat sorotan adalah efektivitas serangan yang belum mampu memberikan tekanan konsisten kepada lawan.

Nur Widayanto menilai penyelesaian akhir dalam serangan masih menjadi kendala utama yang membuat Indonesia kesulitan mengunci kemenangan.

"Selain ada masalah di serangan, penerimaan bola pertama juga kurang baik dan serangan kami tidak cukup membunuh lawan," sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa pola serangan Kamboja sebenarnya tidak terlalu bervariasi.

Sebagian besar serangan lawan mengarah kepada outside hitter yang berada di posisi empat.

Namun, Indonesia belum mampu mengantisipasi pola tersebut secara optimal.

Menurut evaluasi tim pelatih, koordinasi blok masih perlu diperbaiki karena pemain kurang sabar dalam membaca arah serangan dan belum cukup rapat saat melakukan penghadangan di depan net. Kondisi tersebut membuat sejumlah serangan Kamboja tetap berhasil menembus pertahanan Indonesia.

Meski gagal mengangkat trofi pada leg pertama, peluang Indonesia untuk bangkit masih sangat terbuka.

Keuntungan sebagai tuan rumah pada seri kedua dinilai bisa menjadi modal penting untuk memperbaiki performa sekaligus mengejar hasil yang lebih baik.

Dukungan langsung dari suporter Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para pemain saat menghadapi persaingan yang diperkirakan kembali berlangsung ketat.

Selain melakukan pembenahan pada sektor serangan, tim pelatih juga diperkirakan akan fokus meningkatkan kualitas penerimaan bola pertama dan koordinasi blok yang menjadi catatan sepanjang leg pertama.

Seri kedua SEA V Cup 2026 akan menjadi ujian sekaligus kesempatan bagi skuad Garuda untuk menunjukkan respons setelah kekalahan di final. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, hasil evaluasi dari laga melawan Kamboja diperkirakan menjadi bekal utama untuk memperbaiki performa dan kembali bersaing dalam perebutan gelar juara di depan pendukung sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |