PLN Akan Tambah 26 SPKLU di DIY hingga Akhir 2026

2 hours ago 4

PLN Akan Tambah 26 SPKLU di DIY hingga Akhir 2026

General Manager PT PLN (Persero) UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo (kiri) seusai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Rabu (12/8/2026). Harian Jogja-Anisatul Umah

Harianjogja.com, JOGJA— PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta menargetkan pembangunan 26 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tambahan di DIY hingga akhir 2026. Penambahan itu dilakukan seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik dan kebutuhan infrastruktur pengisian daya.

General Manager PT PLN (Persero) UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, mengatakan saat ini sudah terdapat 33 unit SPKLU yang terbangun di DIY. Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditambah untuk memperluas cakupan layanan kendaraan listrik.

"Totalnya saat ini ada 33, dan rencananya sampai akhir tahun 2026 kita akan tambah 26 unit lagi. Sehingga nanti wisatawan maupun penduduk dari Jogja yang dari Timur, Utara, Barat, Selatan itu sudah tercover semua dengan stasiun pengisian mobil listrik," ujarnya usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Rabu (12/8/2026).

SPKLU Diperluas untuk Wisatawan dan Warga

Deri mengatakan PLN UID Yogyakarta terus memperluas pembangunan SPKLU di berbagai wilayah DIY. Infrastruktur tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat maupun wisatawan yang menggunakan kendaraan listrik saat bepergian ke Jogja.

Dengan tambahan 26 unit hingga akhir 2026, cakupan SPKLU diharapkan dapat menjangkau pengguna kendaraan listrik dari berbagai arah. PLN menargetkan kawasan dari Timur, Utara, Barat hingga Selatan dapat terlayani stasiun pengisian mobil listrik.

Pasokan Listrik DIY Aman

Selain pembangunan SPKLU, Deri menyampaikan kondisi pasokan listrik di DIY saat ini masih aman. Beban puncak maksimum berada di kisaran 65%, sehingga masih terdapat kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Kapasitas tersebut, menurut Deri, juga dapat mendukung kebutuhan listrik bagi investor yang akan masuk ke DIY.

Sementara terkait potensi blackout, Deri memastikan persoalan tersebut telah ditangani dengan baik. PLN berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di DIY.

"Alhamdulillah sudah teratasi dengan baik. Jadi, insya Allah mudah-mudahan ke depannya udah nggak ada lagi, ya, sudah clear," paparnya.

PLN UID Yogyakarta Kini Berdiri Sendiri

Pertemuan Deri dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan juga membahas keberadaan PLN Unit Induk Distribusi Yogyakarta yang kini sudah berdiri sendiri dengan tiga unit layanan.

Ketiga unit tersebut mencakup UP3 Sleman yang membawahi Kabupaten Sleman, UP3 Sedayu yang membawahi Kabupaten Kulonprogo dan Bantul, serta UP3 Jogja Kota dan Wonosari yang membawahi wilayah Kota Jogja dan Gunungkidul.

"Intinya hanya seperti itu dan PLN pada dasarnya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk pengembangan kelistrikan," jelasnya.

Deri mengatakan keberadaan unit tersebut akan mendorong PLN UID Yogyakarta meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan bagi masyarakat Jogja. Penguatan layanan dinilai penting mengingat Jogja memiliki aktivitas wisata dan pendidikan yang cukup menonjol.

"Apalagi kita tahu Jogja itu kan ikonnya wisata, terus ada sisi pendidikan, dan lain sebagainya," lanjutnya.

Dengan penambahan 26 SPKLU hingga akhir 2026, PLN UID Yogyakarta tidak hanya menyiapkan infrastruktur untuk pertumbuhan kendaraan listrik, tetapi juga memperluas dukungan kelistrikan bagi aktivitas masyarakat dan wisatawan di berbagai wilayah DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |