Gempa Kolombia, Korban Tewas Terus Bertambah Menjadi 190 Orang

2 hours ago 3

Newswire

Newswire Rabu, 12 Agustus 2026 16:17 WIB

Gempa Kolombia, Korban Tewas Terus Bertambah Menjadi 190 Orang

Warga berkumpul di jalanan setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Kolombia, menewaskan sedikitnya 18 orang dan menyebabkan kerusakan di Pereira, Kolombia, pada 10 Agustus 2026. ANTARA/Alexis Munera - Anadolu Agency

Harianjogja.com, BOGOTA— Korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026) bertambah menjadi 190 orang. Selain korban tewas, sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan lainnya masih terjebak maupun dilaporkan hilang.

Asosiasi Ibu Kota Provinsi Kolombia (Asocapitales) mencatat korban meninggal tersebar di sejumlah kota terdampak. Cali menjadi wilayah dengan jumlah korban tewas terbanyak, disusul Pereira, Quibdo, dan Manizales.

"Sebanyak 190 orang meninggal dunia di sejumlah kota, yakni 95 orang di Cali, 81 orang di Pereira, sembilan orang di Quibdo, dan lima orang di Manizales. Sementara itu, 1.679 orang terluka, yakni 999 orang di Cali, 278 orang di Pereira, 174 orang di Armenia, 116 orang di Quibdo, dan 112 orang di Manizales," kata Asocapitales seperti dikutip RIA Novosti, Rabu.

Ratusan Orang Masih Terjebak

Situasi di Cali, ibu kota Departemen Valle de Cauca, menjadi salah satu perhatian utama dalam operasi penyelamatan. Sebanyak 239 orang masih terjebak di bawah reruntuhan, sementara 180 orang lainnya dilaporkan hilang.

Kerusakan bangunan juga cukup parah. Sebanyak 243 bangunan runtuh di lima kota besar yang terdampak paling parah, yakni Pereira, Quibdo, Manizales, Armenia, dan Cali.

Kelima kota tersebut masih berada dalam zona siaga merah. Tim penyelamat masih melakukan pencarian dan penyelamatan, sekaligus menghitung kerusakan serta memeriksa kondisi bangunan dan infrastruktur.

Aktivitas penerbangan juga masih terdampak. Penerbangan dari dan menuju tiga bandara di Kolombia masih dihentikan, sementara bandara di Manizales, Quibdo, Armenia, Cali, dan Buenaventura telah kembali beroperasi.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan dampak gempa tidak hanya berupa korban jiwa dan kerusakan bangunan. Hampir 5.000 rumah dan 24 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, sementara ratusan sekolah, pusat komunitas, dan ruas jalan turut terdampak.

Juru Bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Jens Laerke di Jenewa, Selasa (11/8/2026), mengatakan hampir 5.000 rumah mengalami kerusakan dan 387 rumah hancur, sedangkan 61 bangunan runtuh.

Lebih dari 550 lembaga pendidikan dan sedikitnya 350 pusat komunitas juga terdampak.

Layanan Listrik hingga Kesehatan Terganggu

Laerke mengatakan laporan resmi menunjukkan adanya gangguan terhadap sejumlah layanan penting di berbagai kota. Gangguan tersebut mencakup listrik, pasokan air, layanan kesehatan, dan konektivitas.

Sebanyak 53 ruas jalan juga terdampak di berbagai wilayah Kolombia.

Berdasarkan data resmi pemerintah yang disampaikan Laerke, sedikitnya 126 orang meninggal dunia dan 1.495 orang terluka.

Meski dampak bencana cukup luas, Laerke mengatakan Kolombia belum mengajukan permintaan resmi untuk bantuan internasional.

Fasilitas Kesehatan Ikut Rusak

Juru Bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tarik Jasarevic mengatakan kerusakan dilaporkan terjadi pada 24 fasilitas kesehatan di enam wilayah administratif.

Departemen Valle del Cauca, khususnya Kota Cali, mengalami dampak paling signifikan terhadap infrastruktur kesehatan.

Sebagian menara yang menampung layanan kardiologi dan pediatri di Hospital Universitario del Valle runtuh. Sementara itu, Clinica Nuestra telah dievakuasi sepenuhnya.

Kerusakan sistem penyediaan air turut menambah tantangan operasional bagi fasilitas kesehatan, kata Jasarevic.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |