Jumali Senin, 20 Juli 2026 14:57 WIB

Ilustrasi penipuan./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Penipuan siber dengan modus menyamar sebagai bos atau CEO kini menjadi ancaman serius bagi karyawan, terutama di unit keuangan. Pelaku memanfaatkan platform seperti email, WhatsApp, Microsoft Teams, dan media sosial untuk memerintahkan korban mengirimkan sejumlah uang ke rekening mereka. Maraknya kasus ini bahkan membuat Badan Pengawas Sekuritas dan Bursa India (SEBI) turun tangan mengeluarkan peringatan resmi .
Modus "Bos Palsu" dan Cara Kerjanya
SEBI mengingatkan bahwa penipu akan berpura-pura menjadi CEO atau eksekutif senior perusahaan. Mereka mengirimkan instruksi mendesak kepada karyawan untuk melakukan transfer uang ke rekening tertentu. Instruksi ini biasanya dikirim melalui platform yang sering digunakan di kantor, seperti WhatsApp, email, atau Microsoft Teams .
Salah satu modus yang paling berbahaya adalah pengiriman file malware. Saat file dibuka, malware akan membajak WhatsApp Web korban dan memberikan akses kepada pelaku untuk menyusup ke percakapan di unit keuangan. Dengan akses tersebut, pelaku kemudian menghubungi karyawan akuntansi atau keuangan dan meminta pembayaran segera ke rekening bank perantara .
"Pelaku penipuan mendapatkan akses ke akun WhatsApp petugas keuangan dan kemudian menghubungi karyawan akuntansi atau keuangan, meminta mereka melakukan pembayaran segera ke rekening bank perantara yang ditentukan," kata SEBI, dikutip dari Reuters, Senin (20/7/2026) .
Cara Menghindari Jebakan Penipuan
Untuk melindungi diri dari modus ini, SEBI menyarankan agar karyawan tidak langsung mematuhi instruksi yang diterima melalui platform media sosial atau pesan instan. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
Verifikasi melalui saluran resmi: Jika menerima perintah transfer, segera konfirmasi langsung ke atasan melalui telepon atau bertemu langsung, bukan hanya melalui pesan teks.
Waspadai file mencurigakan: Jangan sembarangan membuka file yang dikirim oleh pengirim tidak dikenal, terutama jika berisi tautan atau lampiran.
Aktifkan autentikasi dua faktor: Gunakan fitur keamanan tambahan seperti 2FA untuk akun WhatsApp, email, dan platform kerja lainnya.
Edukasi karyawan: Perusahaan perlu rutin mengadakan pelatihan keamanan siber agar karyawan lebih waspada terhadap modus penipuan.
Penipuan "bos palsu" menjadi pengingat bahwa keamanan siber bukan hanya tanggung jawab tim IT, tetapi juga setiap individu di tempat kerja. Selalu periksa kembali setiap instruksi yang berkaitan dengan uang, meskipun tampaknya berasal dari atasan langsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































