Padel Jadi Gaya Hidup Baru, Ini Peluang Bisnis yang Menjanjikan

12 hours ago 7

Jumali

Jumali Rabu, 22 Juli 2026 16:07 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Olahraga padel semakin mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, lapangan padel bermunculan di berbagai kota besar, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya hingga Yogyakarta. Fenomena ini tidak hanya menandai meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga raket tersebut, tetapi juga membuka peluang bisnis baru yang dinilai menjanjikan.

Padel merupakan olahraga yang menggabungkan unsur tenis dan squash. Permainannya relatif mudah dipelajari sehingga dapat dimainkan oleh berbagai kalangan, baik pemula maupun atlet berpengalaman. Faktor inilah yang membuat padel cepat diterima sebagai aktivitas olahraga sekaligus sarana bersosialisasi.

Di sejumlah kota besar, lapangan padel kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berolahraga. Banyak fasilitas yang dikembangkan menjadi ruang komunitas untuk bertemu rekan kerja, membangun relasi bisnis, hingga menggelar berbagai kegiatan perusahaan. Perubahan fungsi tersebut membuat bisnis padel memiliki potensi pendapatan yang lebih luas dibandingkan sekadar penyewaan lapangan.

Peluang pasar olahraga ini dinilai masih sangat terbuka. Kalangan profesional muda, komunitas olahraga, ekspatriat, hingga perusahaan menjadi segmen yang paling banyak dilirik. Tren gaya hidup sehat pascapandemi juga mendorong masyarakat mencari aktivitas olahraga yang menyenangkan sekaligus memiliki unsur sosial.

Dari sisi bisnis, sumber pemasukan dapat berasal dari berbagai lini. Selain penyewaan lapangan, pengelola dapat menawarkan program keanggotaan atau membership, pelatihan bagi pemula, kelas privat bersama pelatih, hingga penyelenggaraan turnamen. Kerja sama dengan merek olahraga, makanan dan minuman, maupun perusahaan lain juga berpotensi menambah pendapatan.

Meski menjanjikan, bisnis padel bukan tanpa tantangan. Salah satu hambatan terbesar adalah kebutuhan modal awal yang cukup besar. Biaya pembangunan satu lapangan padel dapat mencapai ratusan juta hingga lebih dari Rp1 miliar, tergantung spesifikasi fasilitas dan lokasi yang dipilih.

Selain investasi awal, pengelola juga harus memperhitungkan biaya operasional. Perawatan lapangan, pencahayaan, sistem reservasi digital, hingga kenyamanan area tunggu menjadi faktor penting untuk menjaga kepuasan pelanggan. Kualitas fasilitas yang buruk dapat membuat pemain beralih ke tempat lain yang menawarkan pengalaman lebih baik.

Tantangan lain adalah edukasi pasar. Meskipun popularitas padel terus meningkat, olahraga ini masih tergolong baru dibandingkan tenis, bulu tangkis, atau futsal. Karena itu, pengelola perlu aktif memperkenalkan aturan permainan, manfaat olahraga, serta pengalaman bermain yang ditawarkan kepada calon pelanggan.

Pemilihan lokasi juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Kawasan perkantoran, pusat permukiman, dan area dengan mobilitas tinggi dinilai lebih potensial karena dekat dengan target pasar utama. Akses yang mudah sering kali menjadi pertimbangan penting bagi pemain saat memilih lapangan.

Untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, membangun komunitas sejak awal menjadi strategi yang banyak diterapkan pengelola lapangan padel. Kegiatan seperti sesi bermain bersama, coaching clinic, kompetisi internal, hingga mini turnamen terbukti mampu meningkatkan loyalitas pelanggan sekaligus memperluas jangkauan promosi secara organik.

Pemanfaatan teknologi juga semakin penting. Sistem reservasi digital memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan lapangan dengan mudah, sementara pembayaran non-tunai memberikan pengalaman yang lebih praktis. Di tengah persaingan yang mulai meningkat, kemudahan layanan menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan.

Melihat tren yang terus berkembang, bisnis padel berpotensi menjadi salah satu sektor olahraga dan gaya hidup yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan. Dengan strategi yang tepat, pengelolaan profesional, serta kemampuan membangun komunitas yang kuat, lapangan padel tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga pusat aktivitas sosial yang mampu menghasilkan keuntungan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |