Pabrik Sandal Porto Karanganyar Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Miliar

1 day ago 6

Pabrik Sandal Porto Karanganyar Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Miliar

Petugas Pemadam Kebakaran melintas di dekat truk saat kebakaran pabrik di Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Minggu (19/7/2026). Menurut warga setempat kebakaran yang terjadi pada pabrik sendal tersebut sekitar pukul 08.45 dan puluhan truk damkar diterjunkan untuk memadamkan api serta personel polisi, TNI,dan relawan. Kebarakan tersebut mengakibatkan satu SPBBU di samping bangunan tersebut berhenti beroperasi. (Solopos/J Howi Widodo).

Harianjogja.com, KARANGANYAR—Kebakaran hebat melanda pabrik sandal PT Porto Indonesia Sejahtera di Jalan Raya Solo-Sragen Km 10, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Minggu (19/7/2026). Api baru berhasil dipadamkan setelah sekitar enam jam penanganan, sementara kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 08.45 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena material plastik yang menjadi bahan baku produksi mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Karanganyar, Danang Kusuma Wardana, mengatakan tim Damkar Karanganyar tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB untuk melakukan pemadaman.

Berdasarkan keterangan petugas keamanan PT Porto Indonesia Sejahtera, Tika, kepulan asap hitam pertama kali terlihat sekitar pukul 08.30 WIB saat melakukan patroli rutin di lingkungan perusahaan. Asap muncul dari bagian belakang salah satu bangunan pabrik.

Menyadari terjadi kebakaran, Tika segera membangunkan para karyawan yang berada di mess perusahaan dan meminta petugas keamanan lainnya menghubungi Damkar Karanganyar.

Plastik Mempercepat Kobaran Api

Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke sejumlah bangunan. Tumpukan bahan baku berupa plastik membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan, ditambah embusan angin yang cukup kencang.

"Api cepat membesar karena di sekitar titik awal terdapat bahan baku produksi berupa plastik yang sangat mudah terbakar. Angin yang bertiup cukup kencang membuat api semakin cepat menjalar hingga menghanguskan dua bangunan, yaitu gedung produksi dan gudang penyimpanan bahan baku," ujar Danang kepada Espos.

Pemadaman Libatkan Armada dari Soloraya

Luas area pabrik dan lokasi yang berdekatan dengan SPBU Kebakkramat membuat proses pemadaman membutuhkan pengamanan ekstra agar api tidak merembet ke objek vital tersebut.

Damkar Karanganyar kemudian meminta bantuan armada pemadam dari berbagai daerah di Soloraya. Sedikitnya armada dari Solo, Boyolali, Sragen, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, BPBD, PMI, TNI, Polri, relawan, serta unsur kebencanaan lainnya diterjunkan ke lokasi.

Kapolsek Kebakkramat, Iptu Marindra Prasetya, mengatakan kobaran api mulai terkendali sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, proses pendinginan tetap dilakukan karena masih terdapat tumpukan plastik yang mengeluarkan asap.

"Api sekitar pukul 11.00 WIB sudah sekitar 70 persen padam. Masih ada sedikit asap di satu titik karena tumpukan plastik yang sebelumnya terbakar. Ditambah kondisi angin, sehingga proses pendinginan harus dilakukan lebih lama," ujarnya.

Menurut Marindra, lokasi baru dinyatakan benar-benar aman sekitar pukul 14.00 WIB setelah seluruh titik api dan bara berhasil dipadamkan.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Setelah situasi terkendali, Tim Inafis Polres Karanganyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal dan memasang garis polisi di area yang terbakar.

Marindra mengatakan pemilik perusahaan telah datang dari Jakarta dan berkoordinasi dengan kepolisian. Pemeriksaan lanjutan bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/7/2026).

"Kami bersama owner sudah berkoordinasi. Untuk memastikan penyebab kebakaran akan dilakukan pemeriksaan oleh Tim Inafis Polres Karanganyar bersama Labfor Polda Jawa Tengah. Dugaan sementara memang mengarah pada anomali atau korsleting listrik, tetapi kepastiannya menunggu hasil identifikasi tim yang berwenang," ujarnya.

Operasional Pabrik Dihentikan Sementara

Akibat kebakaran tersebut, aktivitas produksi PT Porto Indonesia Sejahtera untuk sementara dihentikan. Selain lokasi masih menjadi bagian dari penyelidikan, jaringan listrik di kompleks pabrik juga mengalami kerusakan sehingga belum dapat digunakan.

"Operasional sementara dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan. Seluruh aliran listrik padam dan karyawan sementara diliburkan sambil menunggu proses pemeriksaan selesai," kata Marindra.

Ia menambahkan kerugian sementara diperkirakan berkisar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Nilai tersebut meliputi kerusakan gedung produksi, gudang penyimpanan bahan baku, mesin produksi, serta bahan baku yang terbakar.

"Nilai pastinya masih akan dihitung lebih lanjut," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |