Jumali Senin, 01 Juni 2026 12:57 WIB

Kantor NASA di Amerika Serikat. - nasa.gov
Harianjogja.com, JOGJA—NASA resmi mengumumkan rencana ambisius untuk membangun pangkalan permanen di Bulan. Kepala Program Pangkalan Bulan NASA, Carlos Garcia-Galan, mengungkapkan bahwa proyek besar ini akan mengintegrasikan teknologi canggih berupa drone dan kecerdasan buatan (AI) sebagai elemen krusial.
“AI adalah salah satu elemen krusial yang akan kami gunakan. Bayangkan, drone akan bergerak memetakan wilayah dan menentukan lokasi pendaratan yang paling aman. AI akan sangat membantu kami dalam hal ini,” ujar Garcia-Galan dalam wawancara eksklusif dengan RIA Novosti, Senin (1/6/2026).
Program yang diperkirakan memakan anggaran hingga 20 miliar dollar AS sampai tahun 2032 ini dirancang dalam tiga tahapan utama, yakni:
Tahap pertama (2026–2029), dengan fokus pada pengiriman robot pendarat dan empat unit drone otonom bernama 'MoonFall' ke Kutub Selatan Bulan. Tahap ini mencakup 21 kali misi pendaratan untuk memetakan medan serta pengujian teknologi inti.
Tahap kedua (2029–awal 2030-an), fokus ke pembangunan infrastruktur kompleks, termasuk sistem pasokan listrik, komunikasi yang stabil, serta fasilitas yang mulai dapat dihuni oleh manusia.
Tahap ketiga (2032 dan seterusnya), fokus ke realisasi pangkalan permanen yang memungkinkan kehadiran manusia dalam jangka panjang, sekaligus berfungsi sebagai basis eksplorasi menuju Planet Mars.
Persaingan Global dan Masa Depan Eksplorasi
Rencana NASA ini tidak lepas dari dinamika persaingan teknologi luar angkasa dengan China. Negeri Tirai Bambu tersebut diketahui memiliki target serupa untuk mengirim astronot ke Bulan pada tahun 2030. Persaingan inilah yang dinilai memacu percepatan program NASA untuk segera mewujudkan kehadiran fisik di Bulan.
Pangkalan di Bulan ini diproyeksikan tidak hanya menjadi simbol supremasi teknologi, tetapi juga pusat penelitian ilmiah vital, eksplorasi potensi sumber daya alam Bulan seperti helium-3, serta batu loncatan utama bagi misi perjalanan berawak menuju Mars di masa depan.
Meskipun dihadapkan pada tantangan teknis yang berat, pemanfaatan AI dan drone diharapkan menjadi kunci keberhasilan langkah pertama eksplorasi terhadap antariksa ini dalam beberapa pekan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































