Jumali Selasa, 21 Juli 2026 14:47 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Kekhawatiran terhadap kondisi baterai tegangan tinggi masih menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat saat membeli mobil listrik bekas. Namun, studi terbaru menunjukkan komponen yang paling sering mengalami masalah justru bukan baterai, melainkan sistem kelistrikan dan komponen konvensional yang juga ditemukan di mobil bermesin pembakaran internal.
Baterai Jarang Rusak
Analisis terbaru yang dilakukan Warrantywise di Inggris terhadap data klaim perbaikan kendaraan listrik mengungkapkan sebagian besar gangguan mobil listrik berasal dari sistem kelistrikan umum, suspensi, hingga aki 12 volt. Temuan ini menunjukkan bahwa baterai bertegangan tinggi yang selama ini dikhawatirkan ternyata relatif jarang mengalami kerusakan dibandingkan komponen lainnya.
Sistem Kelistrikan: Sumber Masalah Paling Umum
Berdasarkan analisis Warrantywise, gangguan paling banyak berasal dari sistem kelistrikan umum, termasuk sensor dan sistem central locking. Rata-rata biaya perbaikan untuk komponen tersebut berkisar antara 810–900 pound sterling atau sekitar USD1.085–1.205. Pada beberapa kasus, biaya perbaikan bahkan melampaui 3.000 pound sterling dan dapat menembus lebih dari 4.000 pound sterling, tergantung jenis kerusakan yang terjadi.
Data ini menunjukkan meskipun mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran internal, berbagai sistem elektronik tetap menjadi komponen yang paling sering membutuhkan perbaikan.
Suspensi: Bobot Berat Bikin Cepat Aus
Komponen suspensi, terutama wishbone, menempati posisi berikutnya sebagai sumber klaim perbaikan. Nilai rata-rata klaim untuk perbaikan suspensi tercatat melebihi 1.200 pound sterling (USD1.600), sementara klaim tertinggi mencapai lebih dari 4.100 pound sterling (USD5.490).
Temuan ini mengindikasikan mobil listrik tetap menggunakan banyak komponen mekanis yang mengalami keausan layaknya kendaraan konvensional. Bobot kendaraan listrik yang umumnya lebih besar akibat penggunaan baterai membuat sistem suspensi bekerja lebih berat sehingga berpotensi mengalami keausan lebih cepat.
On-Board Charger: Komponen Mahal yang Jarang Rusak
Di antara komponen yang memang spesifik dimiliki kendaraan listrik, on-board charger menjadi salah satu yang paling banyak memerlukan biaya perbaikan. Rata-rata nilai klaim mencapai sekitar 2.160 pound sterling (USD2.890). Sementara itu, klaim tertinggi bahkan mencapai 10.455 pound sterling (USD14.000). Meski kerusakan pada komponen ini tergolong jarang terjadi, biaya perbaikannya dapat menjadi sangat tinggi ketika benar-benar mengalami gangguan.
Baterai: Jarang Rusak, Tapi Mahal Jika Bermasalah
Berbeda dengan anggapan umum, baterai tegangan tinggi justru tidak masuk dalam lima besar komponen yang paling sering mengalami kerusakan. Hal ini menunjukkan baterai memiliki tingkat keandalan yang cukup baik dan kemungkinan turut dipengaruhi oleh masa garansi pabrikan yang umumnya lebih panjang.
Meski demikian, apabila kerusakan benar-benar terjadi, biaya perbaikannya tetap tergolong tinggi. Berdasarkan data Warrantywise, rata-rata nilai klaim perbaikan baterai mencapai lebih dari 6.400 pound sterling (USD8.570).
Biaya Perbaikan Meningkat 10,7%
Analisis tersebut juga mencatat rata-rata nilai klaim perbaikan kendaraan listrik meningkat sekitar 10,7% sepanjang periode 2024 hingga 2025. Peningkatan ini belum tentu mencerminkan penurunan tingkat keandalan kendaraan listrik, melainkan lebih dipengaruhi inflasi, meningkatnya biaya tenaga kerja, serta harga suku cadang yang semakin mahal.
Tips Membeli Mobil Listrik Bekas
Meski data hanya berasal dari kendaraan yang tercakup dalam program garansi Warrantywise dan belum mewakili seluruh mobil listrik yang beredar, hasil studi ini memberikan gambaran penting bagi calon pembeli mobil listrik bekas:
1. Jangan hanya fokus pada baterai. Periksa juga kondisi sistem kelistrikan, suspensi, dan aki 12 volt.
2. Cek riwayat perawatan. Pastikan kendaraan rutin diservis di bengkel resmi.
3. Perhatikan on-board charger. Meski jarang rusak, biaya perbaikannya bisa sangat tinggi.
4. Hitung biaya operasional jangka panjang. Termasuk potensi perbaikan komponen pendukung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































