
Kebakaran hutan - Harian Jogja/dok
Harianjogja.com, GUADALAJARA—Kebakaran hutan yang melanda kawasan Sierra Norte de Guadalajara, Provinsi Guadalajara, Spanyol, terus meluas dan tercatat sebagai kebakaran hutan terbesar dalam sejarah wilayah Castilla-La Mancha. Hingga Senin (20/7/2026), sekitar 26.000 hektar lahan hangus terbakar dan sedikitnya 1.200 warga terpaksa mengungsi demi keselamatan mereka.
Kobaran api yang belum berhasil dikendalikan juga telah memaksa evakuasi di 28 kota dan desa. Otoritas setempat memperingatkan kondisi cuaca berupa angin kencang dan suhu tinggi masih berpotensi mempercepat penyebaran api sehingga mengancam kawasan permukiman, lingkungan konservasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kebakaran mulai terjadi pada Kamis (16/7/2026) di kawasan Sierra Norte de Guadalajara. Hingga kini, perimeter kebakaran telah membentang sekitar 120 kilometer sehingga menjadi tantangan besar dalam proses pemadaman yang dilakukan petugas gabungan.
Presiden Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page, mengatakan kebakaran tersebut menjadi yang terbesar yang pernah tercatat di wilayahnya jika dilihat dari luas area yang terdampak.
Perkembangan situasi pada Senin pagi juga mendorong otoritas Garda Sipil Spanyol melakukan evakuasi tambahan terhadap enam desa. Sedikitnya 265 warga terdampak dalam evakuasi terbaru tersebut.
Secara keseluruhan, hampir 30 komunitas kini berada di bawah ancaman kebakaran. Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dibandingkan upaya mempertahankan bangunan maupun aset yang berada di kawasan terdampak.
Menteri Pembangunan Berkelanjutan Castilla-La Mancha, Mercedes Gómez, mengatakan sebagian besar operasi pemadaman kini mengandalkan armada udara. Langkah tersebut diambil karena sejumlah titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau oleh petugas darat.
"Operasi udara menjadi pilihan utama di sejumlah titik karena kondisi medan membuat petugas darat tidak dapat melakukan pemadaman secara langsung dengan aman," ujarnya.
Sebagian besar wilayah yang terbakar berada di dalam Taman Alam Sierra Norte de Guadalajara yang dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Spanyol. Kawasan tersebut memiliki hutan lebat, area peternakan, sekaligus menjadi destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain mengancam lingkungan dan keselamatan masyarakat, kebakaran ini juga mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Pelaku usaha pariwisata di Sierra Norte de Guadalajara melaporkan adanya pembatalan kunjungan wisatawan yang sebelumnya berencana datang untuk menyaksikan fenomena gerhana Matahari yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Pemerintah daerah mengkhawatirkan kondisi cuaca yang diprediksi memburuk pada Senin sore akan semakin mempersulit upaya pemadaman. Angin kencang yang disertai suhu tinggi dinilai dapat mempercepat penjalaran api ke kawasan lain apabila tidak segera dikendalikan.
Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, Pemerintah Castilla-La Mancha mulai menyiapkan rencana pemulihan pascabencana. Program rehabilitasi kawasan hutan dan pemulihan ekonomi masyarakat akan disusun setelah situasi dinyatakan aman dan kobaran api berhasil dikendalikan.
Untuk saat ini, fokus utama pemerintah daerah tetap diarahkan pada perlindungan warga yang berada di kawasan terdampak serta mencegah kebakaran menjalar ke wilayah permukiman yang lebih padat. Dengan luas lahan yang telah terbakar mencapai puluhan ribu hektar, kebakaran di Guadalajara menjadi pengingat besarnya ancaman cuaca ekstrem terhadap kawasan hutan dan kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































