Jemaah haji Indonesia tiba di Arab Saudi. - dok. Media Center Haji (MCH) 2026
Harianjogja.com, MAKKAH—Gelombang kedua kedatangan jemaah haji Indonesia mulai memadati Kota Makkah setelah kloter pertama tiba melalui Bandara Jeddah pada Kamis (7/5/2026) pagi waktu setempat. Kedatangan ini menandai dimulainya fase baru operasional haji 2026 dengan fokus pelayanan yang kini beralih penuh ke Makkah.
Berbeda dengan gelombang pertama yang lebih dulu singgah di Madinah, jemaah gelombang kedua langsung diberangkatkan menuju Makkah untuk menjalani umrah wajib sebelum memasuki tahapan ibadah haji berikutnya.
Kloter perdana gelombang kedua berasal dari Solo dan menjadi rombongan pertama yang diterima petugas haji Indonesia di wilayah pemondokan Makkah. Kedatangan tersebut membuat aktivitas pelayanan haji di kota suci semakin padat karena jemaah dari gelombang pertama juga masih berada di kawasan tersebut.
Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ihsan Faisal, memastikan seluruh sistem pelayanan telah disiapkan untuk menghadapi lonjakan kedatangan jemaah dalam beberapa hari ke depan.
“InsyaAllah petugas atau PPIH Arab Saudi di seluruh sektor itu sudah siap, ya. Karena kita sudah melakukan penerimaan kedatangan jemaah di gelombang pertama, dan alhamdulillah secara umum berjalan lancar. PPIH Arab Saudi di masing-masing sektor, pengalaman di gelombang pertama ini semuanya dalam kondisi lancar,” ujar Ihsan pada Rabu (6/5/2026) malam waktu Arab Saudi.
Pada hari pertama operasional gelombang kedua, tercatat sebanyak 15 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan tiba di Jeddah sebelum diberangkatkan menuju hotel-hotel pemondokan jemaah Indonesia di Makkah.
Meningkatnya jumlah jemaah membuat aktivitas di hotel, terminal bus, hingga area Masjidil Haram diperkirakan semakin padat dalam beberapa hari mendatang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PPIH mulai memperkuat personel pelayanan di Makkah dengan menambah dukungan petugas dari sektor Madinah dan Bandara.
Tambahan personel tersebut difokuskan untuk membantu pengawasan, distribusi layanan, hingga pendampingan jemaah di sekitar Masjidil Haram yang menjadi pusat aktivitas ibadah.
Selain kesiapan teknis pelayanan, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian utama petugas haji tahun ini. Cuaca panas ekstrem di Makkah dinilai berpotensi memengaruhi stamina jemaah, terutama setelah perjalanan panjang dari Indonesia.
Karena itu, PPIH mengimbau jemaah agar tidak langsung memaksakan diri menjalankan ibadah berat setibanya di Makkah. Jemaah diminta lebih dulu beristirahat sebelum melaksanakan umrah wajib agar kondisi fisik tetap terjaga.
Petugas juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan, menghindari aktivitas berlebihan di siang hari, serta memanfaatkan waktu istirahat dengan baik menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Lonjakan kedatangan jemaah gelombang kedua diperkirakan akan terus berlangsung hingga beberapa pekan ke depan. Pemerintah Indonesia melalui PPIH Arab Saudi memastikan seluruh layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan disiapkan agar proses ibadah haji 2026 berjalan lancar dan aman bagi seluruh jemaah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com

















































