Inilah 6 kesalahan umum saat shalat yang bisa mengurangi kesempurnaan

1 week ago 11

Jakarta (ANTARA) - Shalat adalah ibadah utama yang menjadi tiang agama dalam kehidupan seorang Muslim. Namun, tanpa disadari, banyak orang masih melakukan kesalahan saat menunaikannya.

Mulai dari memandang langit, menutup mata, hingga membaca bacaan dengan suara keras. Jika dibiarkan, kekeliruan ini bukan hanya mengurangi kesempurnaan ibadah, tetapi juga bisa membuat shalat tidak sah. Karena itu, memahami kesalahan-kesalahan umum saat shalat penting agar ibadah yang dijalankan benar-benar sesuai tuntunan.

Berikut ini adalah beragam kesalahan yang sering dijumpai ketika shalat, baik itu secara berjamaah atau sendiri. Ini berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.

Baca juga: 7 adab utama imam dalam shalat berjamaah agar ibadah sah

Kesalahan yang sering dijumpai ketika shalat

1. Memandang ke langit

Kesalahan yang cukup sering dijumpai adalah mengarahkan pandangan ke atas saat sedang shalat. Kadang ada orang yang melaksanakan shalat sambil menengadah ke langit, padahal hal ini jelas dilarang oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda:

مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي صَلَاتِهِمْ فَاشْتَدَّ قَوْلُهُ فِي ذَلِكَ حَتَّى قَالَ لَيَنْتَهُنَّ عَنْ ذَلِكَ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ

“Mengapa ada orang yang mengarahkan pandangan mereka ke langit ketika shalat?” Suara beliau semakin meninggi hingga beliau bersabda, “Hendaklah mereka segera menghentikan hal itu, atau Allah benar-benar akan mencabut penglihatan mereka.” (HR. Bukhari)

2. Menutup mata

Kesalahan lain yang juga berkaitan dengan pandangan adalah memejamkan mata ketika shalat. Sebagian orang menutup mata dengan maksud ingin lebih khusyuk, namun para ulama menyebutkan bahwa hal itu hukumnya makruh. Syekh Shalih Al-Fauzan menjelaskan:

ويكره في الصلاة تغميض عينيه لغير حاجة؛ لأن ذلك من فعل اليهود، وإن كان التغميض لحاجة، كأن يكون أمامه ما يهوش عليه صلاته ؛ كالزخارف والتزويق فلا يكره إغماض عينيه عنه

“Dimakruhkan menutup kedua mata dalam shalat tanpa alasan, karena hal tersebut termasuk kebiasaan orang Yahudi. Namun, jika ada kebutuhan misalnya di hadapannya terdapat sesuatu yang bisa mengganggu kekhusyukan shalat-nya, seperti ornamen atau hiasan maka tidak mengapa memejamkan mata.”

Oleh karena itu, sebaiknya tidak menutup mata ketika shalat kecuali dalam kondisi tertentu yang memang bisa mengganggu kekhusyukan.

Baca juga: Pengertian dan hukum mengumandangkan adzan sebelum shalat wajib

3. Sujud tidak sempurna

Kesalahan berikutnya adalah tidak melakukan sujud dengan sempurna. Padahal dalam sujud ada tujuh anggota tubuh yang wajib menempel ke lantai. Sebagaimana hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ وَلَا نَكْفِتَ الثِّيَابَ وَالشَّعَرَ

“Aku diperintahkan untuk bersujud dengan tujuh anggota: kening (beliau memberi isyarat dengan tangannya menunjuk hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut, serta ujung jari-jari kaki. Dan janganlah menahan rambut atau pakaian.” (HR. Bukhari)

Sayangnya, banyak yang ketika sujud hanya menempelkan kening tanpa hidung, atau mengangkat kaki sehingga ujung jari tidak menyentuh lantai. Padahal itu termasuk kesalahan yang dapat mengurangi kesempurnaan shalat.

4. Tidak merapikan saf shalat

Dalam shalat berjamaah, sering kita dengar imam mengingatkan jamaah untuk meluruskan dan merapatkan barisan. Hal ini merupakan bagian dari kesempurnaan shalat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Luruskanlah barisan kalian, sebab lurusnya saf merupakan bagian dari tegaknya shalat.” (HR. Bukhari)

Aturan ini berlaku bagi seluruh jamaah tanpa memandang usia. Karena itu, sebelum shalat berjamaah dimulai, perhatikan posisi kanan-kiri kita lalu rapatkan barisan agar shalat lebih sempurna.

Baca juga: Waktu paling dianjurkan untuk membaca Ayat Kursi

5. Tidak fokus, berbicara, atau tertawa

Shalat menuntut kekhusyukan penuh karena seorang hamba sedang menghadap Allah SWT. Berbicara, tertawa, atau melakukan hal yang melalaikan akan merusak shalat bahkan bisa membatalkannya. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya shalat ini tidak boleh di dalamnya terdapat ucapan manusia. Ia hanyalah dzikir, tasbih, takbir, dan bacaan Al-Quran.” (HR. Muslim)

6. Membaca bacaan dengan suara keras

Kesalahan lain yang kadang ditemui adalah membaca doa atau bacaan shalat dengan suara keras hingga mengganggu orang lain. Padahal doa dalam shalat seharusnya dibaca lirih, penuh ketundukan, dan rasa takut kepada Allah. Sebagaimana firman-Nya:

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, serta dengan suara yang tidak keras, pada waktu pagi dan petang. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf: 205)

Baca juga: Hukum shalat Rebo Wekasan 2025, begini pandangan para ulama

Baca juga: Panduan tata cara shalat sunnah Rebo Wekasan 20 Agustus 2025

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |