Gempa M7,7 NTT, Satu Warga Tewas Tertimpa Bangunan di Maumere

4 hours ago 5

Newswire

Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 10:37 WIB

Gempa M7,7 NTT, Satu Warga Tewas Tertimpa Bangunan di Maumere

Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban bangunan roboh akibat guncangan gempa bumi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) ANTARA/HO-Kantor SAR Maumere

Harianjogja.com, JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan bangunan di kawasan Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, roboh dan menimpa warga. Tiga korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan, dengan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. 

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan seluruh korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Korban meninggal dunia diketahui bernama Meliana Nenong, 54, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka.

"Jadi, tiga korban tersebut telah dievakuasi; satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka," kata Edy di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Edy menjelaskan proses evakuasi dilakukan tim SAR gabungan di kawasan Pelabuhan Lorens Say Maumere. Bangunan tersebut roboh setelah gempa mengguncang wilayah NTT pada Sabtu pagi.

"Saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh dan menimpa warga," katanya.

Ketiga korban kemudian dibawa menuju RSUD T.C. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan. Korban yang meninggal dunia selanjutnya menjalani proses pemulasaraan. 

Tim SAR Sisir Wilayah Terdampak

Setelah proses evakuasi di Maumere, tim SAR gabungan bersama personel Kantor SAR Maumere dikerahkan menuju pusat dampak gempa di Kabupaten Nagekeo dan sejumlah wilayah lainnya.

Pengerahan personel tersebut dilakukan untuk memperluas penyisiran sekaligus mengantisipasi adanya korban lain yang membutuhkan pertolongan setelah gempa.

Basarnas juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur TNI-Polri. Koordinasi dilakukan untuk memperbarui pendataan korban dan memastikan penanganan darurat di wilayah terdampak dapat dilakukan secara cepat.

Kantor SAR Maumere mengonfirmasi identitas korban meninggal dunia sebagai Meliana Nenong, perempuan berusia 54 tahun. Sementara itu, dua korban luka telah mendapatkan penanganan di RSUD T.C. Hillers Maumere. 

Operasi pencarian dan pertolongan masih dilakukan di sejumlah titik terdampak. Data mengenai korban maupun kerusakan akibat gempa masih terus dihimpun oleh petugas bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

Gempa tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi memicu ancaman tsunami dengan ketinggian gelombang hingga 3 meter. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sejumlah wilayah di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam status Siaga dan Waspada tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto di Jakarta, Sabtu, mengatakan gempa tersebut terjadi pada pukul 04.58 WIB. Gempa berkedalaman 15 kilometer (km) itu berpusat di laut, sekitar 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT.

"Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Provinsi NTT, Sulawesi Selatan, dan NTB dengan status ancaman Siaga berketinggian 0,5 sampai 3 meter serta status Waspada di bawah 0,5 meter," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |