Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 10:47 WIB

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu subuh. Gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan mekanisme gempa tersebut berkaitan dengan sesar naik yang berada di belakang busur Flores.
"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores," kata Wijayanto dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Sesar Berpotensi Picu Gempa M7,8 hingga M7,9
Menurut Wijayanto, sesar naik busur belakang Flores tersebut memiliki potensi menghasilkan gempa dengan kekuatan maksimum mencapai magnitudo 7,8 hingga 7,9.
"Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 - 7,9. Hari ini sudah rilis 7,7," kata Wijayanto.
Keterangan tersebut disampaikan BMKG setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu subuh. BMKG selanjutnya akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.
BMKG Bandingkan dengan Gempa 1992
Wijayanto juga mengingatkan adanya catatan sejarah gempa kuat yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Pada 1992, gempa bermagnitudo 7,5 tercatat menyebabkan kerusakan parah.
"Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga luar biasa kerusakannya waktu itu. Jadi, ini sudah lebih dari 30 tahun, terjadi lagi. Nanti akan terus kita monitor aktivitas gempa susulannya," kata Wijayanto.
Dengan adanya aktivitas gempa terbaru tersebut, BMKG menyatakan pemantauan terhadap gempa susulan masih terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas kegempaan.
Peringatan Dini Tsunami Berakhir
BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Meski peringatan dini tsunami telah diakhiri, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi laut dan aktivitas gempa susulan. Informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat sesuai hasil pemantauan.
"Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami), tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami," kata Wijayanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)