Gempa M4,9 Sukabumi, KAI Pastikan Jalur Daop 2 Bandung Aman

22 hours ago 5

Gempa M4,9 Sukabumi, KAI Pastikan Jalur Daop 2 Bandung Aman

Rel kereta api, jalur kereta api - Antara

Harianjogja.com, BANDUNG—PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memastikan operasional kereta api di wilayahnya tetap berlangsung aman setelah gempa bumi magnitudo 4,9 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (19/7/2026) petang. Sebelum perjalanan dilanjutkan, KAI menerapkan prosedur keselamatan dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh prasarana yang berpotensi terdampak gempa.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam setiap kondisi, termasuk ketika terjadi bencana alam.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 4,9 tersebut berpusat di 83 kilometer selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada koordinat 7,73 LS–106,53 BT dengan kedalaman 23 kilometer.

KA Siliwangi Sempat Berhenti Sesuai Prosedur

Kuswardojo menjelaskan getaran gempa dirasakan di lintas operasional PT KAI Daop 2 Bandung, khususnya jalur Cibeber–Gandasoli. Saat gempa terjadi, KA Siliwangi (343) relasi Cipatat–Sukabumi sedang memasuki Stasiun Cibeber, Kabupaten Cianjur.

"Dimana getaran gempa dirasakan di wilayah operasional PT KAI Daop 2 Bandung lintas Cibeber–Gandasoli, dimana saat kejadian terdapat KA Siliwangi (343) relasi Cipatat–Sukabumi sedang memasuki Stasiun Cibeber-Cianjur," katanya.

Kereta tiba di Stasiun Cibeber sesuai jadwal. Namun, sebagai bagian dari standar keselamatan, perjalanan tidak langsung dilanjutkan hingga pemeriksaan prasarana selesai dilakukan.

Jalur Rel hingga Jembatan Diperiksa

Petugas KAI Daop 2 Bandung kemudian melakukan inspeksi terhadap seluruh infrastruktur yang berada di lintas terdampak. Pemeriksaan meliputi jalur rel, jembatan, terowongan, hingga fasilitas pendukung operasional lainnya.

Setelah dipastikan seluruh prasarana berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa, KA Siliwangi kembali diberangkatkan menuju Stasiun Sukabumi.

Perjalanan kereta tersebut mengalami keterlambatan selama 19 menit dibandingkan jadwal keberangkatan semula.

"KAI Daop 2 Bandung memastikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan akibat gempa," katanya.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Kuswardojo menegaskan pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku sebelum perjalanan kereta kembali diizinkan melintas.

Menurutnya, keselamatan pelanggan, awak sarana, maupun operasional kereta api selalu menjadi prioritas utama PT KAI.

"Setiap kali terjadi gempa bumi yang berpotensi mempengaruhi jalur kereta api, KAI akan segera menerapkan prosedur tanggap darurat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta pada lintas yang terdampak untuk dilakukan inspeksi oleh petugas prasarana," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |