Film Jangan Buang Ibu Keliling 20 Kota, Jogja Masuk Daftar

6 hours ago 3

Film Jangan Buang Ibu Keliling 20 Kota, Jogja Masuk Daftar

Cuplikan tayangan film Jangan Buang Ibu. /Youtube.

Harianjogja.com, JOGJA—Rumah produksi Leo Pictures menyiapkan strategi promosi tidak biasa menjelang penayangan film drama keluarga terbaru berjudul Jangan Buang Ibu. Film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu bersama produser Agung Saputra itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Berbeda dari pola promosi film pada umumnya yang terpusat di Jakarta, Leo Pictures memilih menggelar rangkaian Gala Premiere di 20 kota besar di Indonesia. Agenda tersebut akan dimulai dari Jambi pada 30 Mei 2026 dan berakhir di Makassar pada 23 Juni 2026 sebagai bagian dari safari promosi nasional untuk mendekatkan film kepada penonton daerah.

“Leo Pictures ingin membawa kehangatan cerita film Jangan Buang Ibu ke sebanyak mungkin penonton Indonesia, dengan berjumpa secara langsung dan kami percaya di setiap kota pasti akan ada cerita haru masing-masing. Semoga dengan Gala Premiere Jangan Buang Ibu Keliling Indonesia ini juga bisa memeluk para penonton bersama ibu mereka dan keluarga,” ujar Agung Saputra.

Antusiasme penonton daerah disebut menjadi alasan utama di balik penyelenggaraan gala premiere berskala besar tersebut. Sejumlah pemeran utama dipastikan ikut hadir menyapa penggemar secara langsung di berbagai kota, mulai dari Nirina Zubir, Dwi Sasono, Refal Hady, Erica Carlina, hingga Amanda Manopo. Selain itu, nama-nama seperti Fadly Faisal, Saputra Kori, Saskia Chadwick, Basmalah Gralind, dan aktor cilik Farrel Rafisqy juga dijadwalkan hadir meramaikan karpet merah.

Rangkaian perjalanan Gala Premiere akan menyasar sejumlah kota di Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Kota-kota yang masuk dalam daftar kunjungan meliputi Jambi, Padang, Lampung, Palembang, Batam, Pekanbaru, Medan, Yogyakarta, Semarang, Solo, Jakarta, Bandung, Garut, Surabaya, Malang, Bogor, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, dan Makassar. Kehadiran para pemain di Yogyakarta dinilai menjadi kesempatan langka bagi penonton untuk merasakan atmosfer film lebih awal sebelum jadwal tayang nasional dimulai.

Dalam film tersebut, Nirina Zubir memerankan tokoh utama bernama Ibu Ristiana, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan tiga anaknya seorang diri. Selama proses produksi, Nirina mengaku mendapatkan pengalaman emosional yang membekas karena cerita film dinilai sangat dekat dengan realitas kehidupan keluarga.

“Setelah memerankan Ibu Ristiana, aku memiliki pembelajaran yang sangat dalam. Mumpung waktunya masih ada, gunakanlah waktu itu bersama keluarga dengan sebaik-baiknya,” kata Nirina Zubir.

Nirina berharap film ini tidak hanya menjadi tontonan drama keluarga, tetapi juga ruang refleksi bagi hubungan antara orang tua dan anak. Menurutnya, kisah yang diangkat dalam film tersebut dapat menjadi pengingat pentingnya menghargai keberadaan keluarga sebelum kehilangan kesempatan untuk bersama.

“Kalau kamu sebagai anak dan memiliki hubungan yang baik dengan orangtua, ingat dan berterima kasihlah ke orangtua kamu, karena mereka tidak pernah putus untuk mendoakan anaknya,” tambah Nirina.

Bagi penonton yang ingin mengikuti pemutaran perdana di berbagai kota, tiket Gala Premiere sudah mulai dijual secara daring melalui platform resmi TIX ID dan M-Tix. Informasi terbaru mengenai jadwal kunjungan pemain dan rangkaian promosi film juga dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @leopictures_official dan @filmjanganbuangibu, serta akun TikTok @leopicturesofficial.

Sinopsis Film Jangan Buang Ibu

Cerita film berfokus pada kehidupan Ristiana yang diperankan Nirina Zubir sebagai ibu tunggal bagi tiga anaknya, yakni Tama yang diperankan Refal Hady, Dewi yang dimainkan Amanda Manopo, dan Tria yang diperankan Saputra Kori. Sejak ditinggalkan sang suami yang diperankan Dwi Sasono, Ristiana harus bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi sambil membesarkan anak-anaknya hingga dewasa.

Konflik mulai memuncak ketika keluarga tersebut mengetahui bahwa sang ayah meninggalkan utang dalam jumlah besar. Keputusan yang diambil Ristiana demi menyelamatkan keluarganya justru memicu pertentangan batin di antara anak-anaknya, memperlebar jarak emosional, sekaligus menguji arti pengorbanan dan bakti keluarga sebelum semuanya terlambat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |