Dokter Ingatkan Bahaya Makanan Pedas Viral bagi Anak

3 hours ago 2

Dokter Ingatkan Bahaya Makanan Pedas Viral bagi Anak

Mi pedas - Ilustrasi/StockCake

Harianjogja.com, TANGERANG— Tren makanan pedas yang ramai di media sosial sebaiknya tidak diikuti begitu saja oleh anak-anak. Konsultan Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono, dr. Eva Jeumpa Soelaeman, mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak mengonsumsi makanan pedas yang sedang viral tanpa pendampingan karena berisiko mengganggu kesehatan sistem pencernaan hingga memengaruhi proses tumbuh kembang.

Menurut dr. Eva, anak memiliki sistem pencernaan yang belum berkembang sempurna seperti orang dewasa. Karena itu, orang tua perlu lebih selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi anak agar tidak memicu gangguan kesehatan.

"Jangan karena pengaruh gaya hidup dan mencoba makanan pedas yang viral, membuat kesehatan anak terganggu. Bahkan, tumbuh kembangnya jadi terganggu," kata dr. Eva Jeumpa Soelaeman di Tangerang, Rabu.

Sistem Pencernaan Anak Lebih Sensitif

Ia menjelaskan sistem pencernaan anak mempunyai tingkat sensitivitas yang lebih tinggi terhadap infeksi, alergi, maupun kelainan struktural. Kondisi tersebut membuat anak lebih rentan mengalami berbagai gangguan apabila pola makannya tidak sesuai.

Beberapa keluhan yang kerap muncul akibat konsumsi makanan yang tidak tepat antara lain sakit perut berulang, mual, sulit buang air besar (BAB), hingga berat badan yang tidak kunjung bertambah.

"Sistem pencernaan anak belum sematang orang dewasa. Jika anak mengalami kondisi tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter gastro anak karena dokter spesialis ini memahami sistem pencernaan anak secara mendalam," ujarnya.

Peran Dokter Gastro Anak

Dr. Eva menjelaskan dokter gastro anak atau dokter spesialis anak konsultan gastroenterohepatologi merupakan dokter spesialis anak yang telah menempuh pendidikan subspesialisasi untuk mendiagnosis, mengobati, serta mengelola gangguan pada seluruh sistem pencernaan.

Penanganan tersebut mencakup organ kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hati (liver), hingga pankreas pada bayi, anak-anak, maupun remaja.

Gangguan yang Dapat Ditangani

Berbagai masalah kesehatan yang dapat ditangani dokter gastro anak meliputi gangguan saluran cerna bagian atas beserta gejala umumnya, penyakit GERD, kesulitan menelan, muntah berulang, muntah darah, sakit perut, gangguan berat badan, masalah makan, infeksi dan radang pencernaan kronis, serta kelainan hati dan empedu pada anak.

Untuk membantu menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan endoskopi guna melihat kondisi bagian dalam saluran cerna secara langsung.

Endoskopi Anak Berbeda dengan Orang Dewasa

Dr. Eva mengatakan tindakan endoskopi dilakukan menggunakan selang fleksibel tipis yang dilengkapi kamera kecil atau endoskop.

"Meskipun prinsip kerjanya sama dengan orang dewasa, endoskopi pada anak memiliki perbedaan dari ukuran alat, bius lokal hingga tim medis khusus," ujarnya.

Pemeriksaan tersebut disesuaikan dengan kondisi anak sehingga memerlukan peralatan dan penanganan medis yang berbeda dibandingkan prosedur pada pasien dewasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |