Dody Hanggodo Bantah Terlibat Dugaan Doxing Dosen UGM

14 hours ago 6

Dody Hanggodo Bantah Terlibat Dugaan Doxing Dosen UGM

Menteri Pekerjaaan Umum (PU) Dody Hanggodo. - BISNIS/Alifian Asmaaysi.\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membantah terlibat dalam dugaan doxing atau penyebaran informasi pribadi tanpa izin terhadap dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati. Bantahan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terkait dugaan perundungan digital yang dialami Nabiyla usai mengkritik sejumlah kebijakan di lingkungan Kementerian PU.

Selain membantah keterlibatannya dalam dugaan penyebaran data pribadi, Dody juga menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan kritik yang ditujukan kepadanya, baik terkait kebijakan maupun gaya kepemimpinannya sebagai menteri. Ia menyebut kritik merupakan hal yang penting sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dody kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026). Ia mengaku tidak mengelola media sosial secara aktif dan baru mengetahui istilah doxing setelah mendapatkan penjelasan dari pihak lain.

"Saya ini lho, pegang media sosial, enggak. Gimana saya, tahu doxing ini dari mbak yang jelasin. Nggak ngerti saya gitu-gitu. Saya enggak pernah komentar apa-apa, kan enggak. Saya bukan pegiat media sosial," kata Dody.

Dody mengatakan istilah doxing merupakan kosakata yang baru dikenalnya. Ia pun menegaskan tidak mengetahui maupun terlibat dalam dugaan penyebaran data pribadi yang ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

"Doxing ini kosa kata baru bagi saya. Enggak, Pak, saya enggak. Demi Allah, demi Rasulullah, saya itu. Saya bilang saya masih Muslim, kan. Terus saya bilang demi Rasulullah, saya bawa, kan. Enggak mungkinlah. Ya, enggaklah," ujarnya.

Polemik tersebut mencuat setelah muncul dugaan perundungan digital dan doxing yang dialami Nabiyla Risfa Izzati usai menyampaikan kritik terhadap polemik surat perjalanan dinas keluarga Menteri PU ke Amerika Serikat. Selain itu, kritik yang disampaikan juga berkaitan dengan dugaan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU.

Dalam kesempatan yang sama, Dody menegaskan dirinya tidak memiliki persoalan dengan kritik yang disampaikan masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial. Menurutnya, kritik justru dapat menjadi sarana untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki diri dalam menjalankan amanah jabatan.

"Enggak, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus. Membuat saya lebih bisa membagi diri sendiri lagi ke depannya. Enggak, enggak ada. Enggak ada masalah," katanya.

Saat ditanya mengenai kritik yang menyebut gaya komunikasinya terlalu santai atau slengean, Dody menjelaskan hal tersebut tidak terlepas dari latar belakangnya sebelum menjadi menteri. Ia mengaku berasal dari Jawa Timur dan memiliki pengalaman panjang di sektor swasta sehingga terbiasa menggunakan gaya komunikasi yang lebih santai dalam situasi tertentu.

Menurutnya, sikap tersebut tidak berarti mengurangi keseriusannya dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Pekerjaan Umum. Dody menegaskan akan bersikap lebih serius ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan secara khusus.

"Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta. Gimanalah enggak slengean. Sudahlah. Ketika ada sesuatu yang serius banget, baru saya akan serius. Karena ini kan bukan sesuatu yang serius," ujarnya.

Pernyataan Dody Hanggodo tersebut menjadi respons atas berkembangnya polemik dugaan doxing terhadap dosen UGM yang saat ini mendapat perhatian publik. Di tengah dinamika tersebut, ia menegaskan tidak terlibat dalam dugaan penyebaran data pribadi dan menyatakan tetap terbuka terhadap kritik yang ditujukan kepada dirinya maupun kebijakan yang diambil Kementerian PU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |