
Ilustrasi lari maraton. Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman optimistis penyelenggaraan dua ajang lari pada 23 Agustus 2026 akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bumi Sembada. Meski digelar pada hari yang sama, Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K dan Sleman Temple Run (STR) 2026 dinilai memiliki segmentasi peserta yang berbeda sehingga tidak akan saling mengurangi jumlah pelari.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Sleman, Kus Endarto, menjelaskan kedua event tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda. Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K mengusung konsep lari santai di kawasan wisata Kaliurang, sedangkan Sleman Temple Run merupakan ajang trail run yang melintasi kawasan cagar budaya di wilayah timur Sleman.
"Meskipun berbarengan, karena tipe acaranya beda, yaitu trail run dan fun run, insyaallah bisa menambah ramai wisatawan dari luar daerah yang datang ke Sleman pada periode tersebut," kata Kus, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, peserta Fun Run akan disuguhi panorama alam lereng Merapi di kawasan Kaliurang. Sementara itu, peserta Sleman Temple Run akan menikmati pengalaman berlari melewati sejumlah kompleks candi yang menjadi ikon wisata sejarah di Sleman bagian timur.
Perbedaan karakter lintasan tersebut diyakini menjadi daya tarik tersendiri bagi komunitas pelari maupun wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Dispar Sleman berharap meningkatnya jumlah pengunjung selama akhir pekan panjang tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Dengan ramainya wisatawan dari luar daerah yang datang, diyakini akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang terlibat langsung maupun tidak langsung di kedua acara tersebut," ujarnya.
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K dijadwalkan berlangsung di D'Kaliurang Camping Ground, Pakem. Sementara Sleman Temple Run 2026 dipusatkan di kawasan Candi Banyunibo dengan rute yang melintasi sejumlah situs candi di wilayah timur Kabupaten Sleman.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sleman, Yudi Prihantana. Ia menilai kedua ajang menyasar komunitas pelari yang berbeda sehingga berpotensi saling melengkapi.
"Acara kami kan Fun Run. Kalau STR, trail run. InsyaAllah aman, karena target runners berbeda; yang penting hari yang sama dan long weekend, Sleman penuh pariwisata," kata Yudi.
Di sisi lain, Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Kaliurang, Danang Sumbodo, berharap penyelenggaraan Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K dapat menjadi momentum kebangkitan kunjungan wisata ke Kaliurang.
Menurut Danang, kawasan wisata lereng Merapi tersebut dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan jumlah wisatawan seiring bermunculannya destinasi wisata baru di Sleman dan sekitarnya. Jika sebelumnya kunjungan tinggi terjadi pada Sabtu dan Minggu, kini lonjakan wisatawan umumnya hanya terjadi pada salah satu hari saat akhir pekan.
Melalui penyelenggaraan event olahraga berskala besar, pemerintah dan pelaku wisata berharap kunjungan wisatawan ke Kaliurang kembali meningkat sekaligus memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































