DBD Kota Jogja Turun Jadi 82 Kasus, Warga Diminta Tetap Waspada

2 hours ago 2

DBD Kota Jogja Turun Jadi 82 Kasus, Warga Diminta Tetap Waspada

Nyamuk Aedes Aegypti - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jogja sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat 82 kasus DBD hingga Agustus 2026, jauh lebih rendah dibandingkan 233 kasus pada periode yang sama tahun lalu.

Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, Anandi Iedha Retnani, mengatakan tidak ada kasus DBD yang menyebabkan kematian hingga Agustus 2026.

“Kalau tahun ini sampai dengan bulan Agustus 82, sedangkan tahun lalu 233. Untuk yang meninggal belum ada,” katanya, Senin (14/9/2026).

Gondomanan Catat Kasus DBD Tertinggi

Meski secara keseluruhan terjadi penurunan, kasus DBD masih ditemukan di sejumlah wilayah Kota Jogja. Tahun ini, kasus lebih banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

Kemantren Gondomanan menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 21 kasus. Berikutnya, Kemantren Mantrijeron, Jetis dan Umbulharjo masing-masing mencatat sembilan kasus.

Dinkes Kota Jogja juga menemukan sejumlah kasus yang lokasinya berdekatan dalam periode waktu tertentu. Kondisi tersebut antara lain ditemukan di wilayah Gondomanan, Jetis dan Mantrijeron.

Menurut Anandi, salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penurunan kasus DBD adalah kembali digiatkannya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus secara rutin.

Upaya tersebut dinilai lebih efektif dalam mengurangi tempat perindukan nyamuk dibandingkan jika pengendalian hanya mengandalkan pengasapan atau fogging.

“Yang pertama itu kita mulai lagi untuk menggalakkan PSN 3M Plus secara rutin. Jadi meminimalisir fogging, namun kita lebih menggiatkan PSN 3M Plus secara rutin,” ujarnya.

Musim Hujan Jadi Perhatian

Selain pengendalian lingkungan melalui PSN, kondisi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang juga turut berpengaruh terhadap berkurangnya tempat perindukan nyamuk.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat kewaspadaan terhadap DBD bisa diturunkan. Memasuki musim penghujan, potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dapat kembali meningkat.

Karena itu, Dinkes Kota Jogja akan memperkuat gerakan satu rumah satu jumantik menghadapi musim penghujan. Setiap anggota keluarga didorong aktif melakukan PSN 3M Plus di lingkungan rumah masing-masing.

Gerakan tersebut tidak hanya menyasar lingkungan rumah. Dinkes juga akan memperluas upaya pemberantasan sarang nyamuk ke perkantoran, tempat kerja dan tempat-tempat umum.

Ini Langkah PSN 3M Plus yang Didorong Dinkes

Anandi menjelaskan PSN 3M Plus mencakup sejumlah tindakan untuk mengurangi tempat perkembangbiakan dan mencegah gigitan nyamuk. Masyarakat diminta menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Selain itu, masyarakat didorong melakukan berbagai langkah tambahan, seperti mencegah gigitan nyamuk, memberantas jentik menggunakan larvasida, memasang kawat kasa, menggunakan obat antinyamuk hingga memelihara ikan pemakan jentik.

Dinkes juga mendorong program kranisasi dengan mengganti bak mandi menjadi ember. Masyarakat diminta tidak menggantung pakaian terlalu lama serta rutin mengontrol wadah minum hewan peliharaan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui community deal. Program tersebut berupa kesepakatan bersama untuk menjalankan PSN 3M Plus di lingkungan masyarakat.

“Community deal juga kita aktifkan. Itu kesepakatan untuk melakukan PSN 3M Plus, baik di tingkat RT maupun RW,” tuturnya.

Dengan penguatan berbagai langkah tersebut, Dinkes Kota Jogja berharap penurunan kasus DBD dapat terus dipertahankan meski memasuki periode musim hujan. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena pengendalian tempat perkembangbiakan nyamuk dilakukan secara rutin di lingkungan masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |