BPBD Kota Jogja Siapkan Notifikasi Banjir Langsung ke Ponsel Warga

4 hours ago 3

BPBD Kota Jogja Siapkan Notifikasi Banjir Langsung ke Ponsel Warga

Ilustrasi penyelamatan korban banjir/magnific

Harianjogja.com, JOGJA— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja menyiapkan sistem peringatan dini banjir yang nantinya dapat mengirimkan notifikasi langsung ke telepon seluler masyarakat. Sistem ini dikembangkan agar warga bisa menerima informasi kondisi banjir lebih cepat tanpa hanya mengandalkan penyampaian melalui jaringan komunikasi kebencanaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat mengatakan saat ini informasi dari alat telemetri pengukuran ketinggian air sungai masih diterima terlebih dahulu oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kota Jogja.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada masyarakat, termasuk Kampung Tangguh Bencana (KTB) di sekitar bantaran sungai melalui komunikasi radio handy talky (HT). Ke depan, pola penyampaian tersebut akan diperluas dengan memanfaatkan jaringan seluler.

“Kami ingin informasi telemetri atau debit air yang ada di utara (hulu sungai) ini bisa langsung disampaikan ke masyarakat. Lewat komunikasi radio dan jaringan seluler. Jadi nanti kita buat grup komunikasi seperti WA,” katanya, Senin (14/9/2026).

Informasi Debit Air Bisa Diterima Lebih Cepat

Menurut Nur, percepatan penyampaian informasi kondisi debit air menjadi penting karena dapat memberi masyarakat waktu lebih banyak untuk melakukan penyelamatan ketika terdapat potensi banjir.

Saat ini BPBD Kota Jogja memiliki 36 alat peringatan dini atau early warning system (EWS) banjir. Perangkat tersebut dipasang di Sungai Gajah Wong, Code, Belik, Winongo dan Buntung serta di Ngentak, Sleman yang merupakan bagian hulu Sungai Code.

EWS tersebut memberikan peringatan melalui bunyi sirene. Selain itu, BPBD menyampaikan informasi mengenai tindakan yang perlu dilakukan masyarakat di sekitar bantaran sungai ketika peringatan diterima.

Pemkot Jogja tahun ini tidak berencana menambah jumlah EWS. Pemerintah memilih mengoptimalkan perangkat yang sudah tersedia sekaligus memperluas cakupan penyampaian informasi peringatan dini.

“Jadi tahun ini kami tidak akan menambah EWS dan mengoptimalkan yang ada. Tapi tingkat cakupan informasi terkait peringatan dini banjir akan diperluas. Tidak hanya lewat komunikasi radio, tapi juga lewat jaringan seluler,” ujarnya.

Ada 169 Kampung Tangguh Bencana

Nur menegaskan teknologi peringatan dini perlu terus dikembangkan karena kecepatan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam pengurangan risiko bencana. Namun, masyarakat juga perlu memahami arti peringatan EWS serta tindakan yang harus dilakukan ketika peringatan diterima.

Saat ini telah terbentuk 169 KTB yang tersebar di seluruh kampung di Kota Jogja. Melalui KTB, pelatihan kesiapsiagaan dan simulasi bencana juga dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Karena yang bisa menyelamatkan itu diri kita sendiri. Ketika peringatan dini itu sudah bisa menyampaikan informasi cepat kepada publik dan kita bisa memahami langkah-langkah penyelamatan, Insya Allah kita juga akan selamat,” katanya.

Sistem Notifikasi Masih Disiapkan

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Jogja, Grezia Eleganza Nur Pradani mengatakan perluasan peringatan dini melalui jaringan seluler masih dalam tahap persiapan.

BPBD terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak yang berwenang dan penyedia jaringan seluler. Pengembangan sistem tersebut tidak hanya mengejar kecepatan dan luasnya penyebaran pesan.

Menurut Grezia, akurasi informasi, ketepatan sasaran, kemudahan pemahaman serta kejelasan arahan tindakan juga harus dipastikan dalam sistem yang sedang dikembangkan.

“Ini merupakan proses yang perlu dibangun dan diperkuat secara bertahap agar ketika terjadi kondisi darurat, informasi dapat tersampaikan secara cepat dan efektif,” tuturnya.

Grezia menjelaskan perluasan informasi peringatan dini akan dilakukan melalui dua jalur. Pertama, peringatan melalui jaringan seluler dan kedua, penguatan grup komunikasi seluruh KTB menggunakan WhatsApp atau platform komunikasi lainnya.

Untuk sistem jaringan seluler, BPBD tengah menyiapkan sistem informasi manajemen bencana yang memungkinkan peringatan dini dikirim langsung kepada individu melalui telepon seluler.

“Jadi masyarakat yang pegang handphone bisa ternotifikasi peringatan dini banjir. Saat ini masih persiapan dan dalam perjalanan ke arah sana,” katanya.

Dengan pengembangan tersebut, BPBD Kota Jogja tidak hanya mengandalkan 36 EWS dan komunikasi radio untuk menyebarkan peringatan banjir. Informasi diharapkan nantinya dapat menjangkau masyarakat secara lebih langsung melalui perangkat telepon seluler yang mereka gunakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |