Daftar Peringatan Berbahaya di Android yang Sering Diabaikan Pengguna

8 hours ago 6

Jumali

Jumali Kamis, 23 Juli 2026 18:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Google secara rutin mengirimkan peringatan keamanan kepada pengguna Android, terutama ketika mereka mencoba mengakses konten berbahaya. Peringatan ini muncul untuk melindungi pengguna dari situs phishing, malware, dan penipuan daring. Sayangnya, banyak pengguna yang justru mengabaikan pesan tersebut, membuka pintu bagi pelaku kejahatan siber untuk mencuri data pribadi atau menginfeksi perangkat.

"Anda akan melihat peringatan jika konten yang ingin Anda lihat berbahaya atau menipu. Situs-situs ini sering disebut situs 'phishing' atau 'malware'," jelas Google dalam keterangan resminya.

Situs-situs berbahaya itu akan mencoba mencuri informasi dan menjualnya pada pihak lain, sehingga sangat penting bagi pengguna untuk tidak mengabaikan peringatan yang muncul.

Apa saja peringatan yang kerap diabaikan oleh pengguna? Berikut lima peringatan keamanan yang sering muncul dan wajib diperhatikan:

1. "The site ahead contains malware" – Peringatan ini muncul ketika website yang akan dikunjungi berpotensi menginstall software berbahaya alias malware ke perangkat Anda.

2. "Deceptive site ahead" – Peringatan ini menunjukkan bahwa website yang akan Anda kunjungi kemungkinan besar adalah situs phishing yang dirancang untuk mencuri data pribadi seperti kata sandi atau informasi kartu kredit.

3. "Suspicious site" – Situs ini dinilai mencurigakan dan kemungkinan berbahaya, meskipun belum terkonfirmasi secara spesifik sebagai phishing atau malware.

4. "The site ahead contains harmful programs" – Peringatan ini mengindikasikan bahwa website mungkin akan menjebak pengguna untuk menginstall program yang dapat menyebabkan masalah saat menggunakan internet, seperti adware atau spyware.

5. "This page is trying to load scripts from unauthenticated sources" – Ini berarti website yang dikunjungi mencoba memuat skrip dari sumber yang tidak terverifikasi, yang berpotensi membahayakan keamanan perangkat.

Dilansir dari The Sun, selain peringatan dari browser, CEO Google Sundar Pichai juga pernah menyampaikan peringatan penting terkait praktik sideloading, yaitu menginstall aplikasi dari luar toko aplikasi resmi Play Store. Berbeda dengan Apple yang melarang praktik ini sepenuhnya, Google mengizinkan pengguna Android untuk mengunduh aplikasi di luar Play Store.

Namun, Pichai justru mengingatkan bahwa sideloading membuat perangkat berisiko terinfeksi malware. Aplikasi dari sumber tidak resmi sering kali tidak melalui proses verifikasi keamanan yang ketat, sehingga berpotensi membawa kode berbahaya yang dapat mencuri data atau merusak sistem.

Alasan yang sama juga selama ini digunakan oleh Apple untuk tidak mengizinkan sideloading di iPhone. Produsen iPhone itu menjadikan pernyataan tersebut sebagai senjata untuk menunjukkan bahwa Google pun menyadari seberapa berbahayanya praktik ini.

Dengan demikian, pengguna Android disarankan untuk selalu mengunduh aplikasi dari Play Store dan tidak mengabaikan peringatan keamanan yang muncul, karena langkah kecil seperti ini dapat mencegah kerugian besar di kemudian hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |