8000 Hoki Online Akun server Slots Gacor Thailand Terbaru Gampang Menang Non Stop
hoki kilat slot List Platform website Slots Gacor Myanmar Terpercaya Mudah Jackpot Full Non Stop
1000hoki.com List Platform situs Slot Maxwin Thailand Terbaru Gampang Lancar Scatter Full Non Stop
5000 Hoki Online List Situs web Slot Gacor China Terbaik Sering Lancar Jackpot Online
7000hoki List Platform website Slots Gacor Thailand Terkini Mudah Win Full Online
9000hoki.com List ID website Slots Maxwin Japan Terbaru Pasti Lancar Scatter Terus
Data Demo Slots Maxwin Thailand Terbaru Sering Scatter Terus
Idagent138 Daftar Akun Slot Game
Luckygaming138 Daftar Id Slot Maxwin Online
Adugaming Daftar Id Slot Gacor Online
kiss69 Slot Gacor
Agent188 Daftar Akun Slot Anti Rungkad Terbaik
Moto128 login Slot Anti Rungkad Online
Betplay138 login Id Slot Anti Rungkat Online
Letsbet77 Daftar Slot Anti Rungkad Terbaik
Portbet88 Id Slot Maxwin Terpercaya
Jfgaming Id Slot Gacor Terbaik
Mg138 Id Slot Game Online
Adagaming168 Akun Slot Gacor
Kingbet189 Id Slot Maxwin
Summer138 Id Slot Game Terbaik
Evorabid77 login Akun Slot Terpercaya
Jakarta (ANTARA) - Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang penuh kebahagiaan bagi seluruh umat Muslim. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, tibalah saatnya merayakan kemenangan dengan suka cita.
Di hari yang istimewa ini, setiap orang saling bertegur sapa, mengucapkan selamat, serta mendoakan kebaikan bagi satu sama lain. Ini menandakan kebersamaan dan kehangatan di hari yang suci.
Di Indonesia, salah satu ungkapan yang sering terdengar saat Idul Fitri adalah "Minal Aidin wal Faizin." Hampir setiap orang mengucapkannya sebagai bentuk salam dan doa di momen Lebaran.
Namun, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terhadap ungkapan ini? Apakah penggunaannya sesuai dengan syariat? Mari simak hukumnya dalam pengucapan kalimat ini, yang telah dilansir dari berbagai sumber.
Baca juga: Prabowo pastikan kondisi pangan terkendali jelang Lebaran 2025
Hukum mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” saat Lebaran Idul Fitri
Para ulama sepakat bahwa mengucapkan "Minal Aidin wal Faizin" hukumnya boleh dan tidaklah dilarang, karena secara umum kalimat ini memiliki makna yang baik. Selama sebuah ungkapan tidak mengandung kesalahan makna atau unsur dosa, maka hukumnya tetap diperbolehkan untuk diucapkan.
Dalam kaidah fikih disebutkan:
الأصل في العادات الإباحة
"Hukum asal untuk masalah adat (kebiasaan manusia) adalah boleh."
Di Indonesia, ungkapan "Minal Aidin wal Faizin" sudah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun saat Idul Fitri. Demikian pula di berbagai daerah lain, setiap tempat memiliki kebiasaan tersendiri dalam mengucapkan selamat di hari raya.
Dari segi makna, kalimat مِنَ الْعَائِدِيْنِ وَالْفَائِزِيْنَ (Minal Aidin wal Faizin) memiliki arti "Selamat berhari raya, dan semoga termasuk orang yang mendapatkan kemenangan."
Ungkapan ini mengandung doa agar seseorang memperoleh pahala, ampunan, serta kemuliaan, yang pada akhirnya menjadikannya sebagai orang yang menang dalam arti spiritual.
Namun, perlu diketahui bahwa beberapa ulama menyatakan ucapan ini bukan bagian dari sunah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW maupun para sahabat. Oleh karena itu, hukumnya tetap mubah (boleh), asalkan tidak dianggap sebagai sesuatu yang wajib atau memiliki dasar syariat tertentu.
Baca juga: "Rest area" milik Pemprov Jateng siap layani pemudik Lebaran 2025
Jika ingin mengucapkan selamat Idul Fitri dengan kalimat yang lebih dianjurkan dalam Islam, maka ucapan berikut lebih sesuai:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Taqabbalallahu minna wa minkum
Artinya: “Semoga Allah menerima amalan kami dan kalian.”
Ucapan ini lebih utama karena bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh para sahabat. Namun, pada prinsipnya, selama sebuah ungkapan mengandung doa dan kebaikan, maka diperbolehkan untuk diucapkan di hari yang penuh berkah ini.
Meskipun ucapan "Minal 'Aidin wal Faizin" berasal dari kebiasaan yang berkembang di kalangan Muslim Indonesia, tradisi ini tetap merupakan sesuatu yang baik. Sebab, tidak ada pertentangan dengan ajaran syariat di dalamnya. Justru, kebiasaan semacam ini bisa menjadi penguat dalam menjalankan nilai-nilai Islam.
Ungkapan khas umat Islam di Indonesia ini memiliki makna "kembali (suci) dan menjadi orang yang menang." Setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu dan berjuang melawan godaan, Hari Raya Idul Fitri menjadi momen kemenangan bagi setiap Muslim.
Pada hari yang penuh berkah ini, umat Islam mengumandangkan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah, serta saling memaafkan dengan tulus, baik lahir maupun batin.
Baca juga: Polisi siapkan sejumlah mitigasi saat mudik dan Lebaran 2025
Baca juga: Pengelola sebut Jalan Tol Bali Mandara ditutup 32 jam saat Nyepi
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025