Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. - Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rencana pengadaan mobil dinas baru di Gunungkidul belum direalisasikan meski anggaran telah disiapkan. Dana sebesar Rp1,5 miliar hingga kini masih tersimpan di kas daerah dan belum digunakan untuk pembelian kendaraan operasional bupati dan wakil bupati.
Kondisi ini terjadi karena belum ada keputusan untuk melakukan pengadaan. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul menyebut pelaksanaan pembelian sepenuhnya bergantung pada kebijakan kepala daerah.
Kepala BKAD Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, menjelaskan pihaknya hanya bertugas memfasilitasi penganggaran. “Anggarannya sudah disiapkan, tapi hingga sekarang belum ada kegiatan untuk pembelian dan masih tersimpan di kas daerah,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini bupati belum menghendaki pembelian kendaraan dinas baru. Padahal, rencana tersebut muncul karena kendaraan yang digunakan saat ini telah berusia lebih dari lima tahun.
Kendaraan operasional kepala daerah masih menggunakan unit lama jenis Toyota Fortuner yang dibeli pada masa kepemimpinan Bupati Badingah dan Wakil Bupati Immawan Wahyudi. Pada periode berikutnya, di bawah kepemimpinan Sunaryanta, pengadaan kendaraan dinas baru juga tidak dilakukan.
Dialihkan untuk Perbaikan Jalan
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memastikan tidak akan mengambil jatah mobil dinas baru. Ia memilih tetap menggunakan kendaraan yang ada dan mengarahkan anggaran untuk kebutuhan yang lebih prioritas.
“Tidak ada kendaraan dinas baru karena untuk operasional akan menggunakan mobil yang sudah ada,” kata Endah.
Menurutnya, pengadaan mobil dinas bukan kebutuhan mendesak di tengah keterbatasan keuangan daerah. Ia meminta agar pagu anggaran tersebut dialihkan untuk memperbaiki jalan rusak di Gunungkidul agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Kalau untuk perbaikan jalan, maka rakyat juga akan merasakan manfaatnya. Saya pakai kendaraan yang sudah ada,” ujarnya.
Dalam aktivitas sehari-hari, Endah masih menggunakan sejumlah kendaraan dinas yang tersedia, mulai dari Toyota Hiace, Toyota Fortuner, hingga sedan Toyota Camry. Ia menilai kondisi kendaraan tersebut masih layak pakai.
Sebelumnya Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan menolak membeli kendaraan dinas baru senilai Rp1,5 miliar. Bupati Endah memilih mengalihkan anggaran tersebut untuk perbaikan infrastruktur di Bumi Handayani.
“Mobil dinas, kita tidak akan mengambilnya. Meski sudah ada anggaran untuk pengadaan,” kata Mbak Endah kepada wartawan, Senin (10/3/2026).
Sebagai gantinya, ia akan menggunakan mobil dinas yang sudah ada. Sebagai contoh, di beberapa kesempatan memilih menggunakan Toyota Hiace untuk akomodasi.
“Mobil dinas yang ada dibeli sebelum Mas Sunaryanta [Bupati Gunungkidul periode 2021-2025] menjabat, tapi kondisinya masih sangat layak digunakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































